PT PAMA Bentuk Petani GenZ

Rapat koordinasi soal pangan di Dinas Pangan Berau, Rabu (9/9/2026). (Setiawan/Disway Kaltim)

PT Pamapersada Nusantara menjadi motor penggerak program petani GenZ di Kabupaten Berau. Hal tersebut mendapat apresiasi Pemkab Berau. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Berau, Tenteram Rahayu mengatakan, ada dua kampung yang menjadi pilot project dalam program tersebut. Yakni Kampung Tumbit Dayak dan Kampung Bebanir Bangun.

“Kami sangat mengapresiasi hal tersebut. Terlebih, memang saat ini hal itu sangat diperlukan,” katanya, Rabu (9/9/2026).

Langkah PT Pama menjadi hal baik, lantaran menarik minat anak muda untuk bertani. Dimulai dari tanaman sayur dengan metode sederhana.

“Metode yang digunakan adalah hidroponik. Ya tidak masalah, kalau mereka sudah merasakan hasil, pasti akan mengembangkan diri kembali menjadi lebih besar,” terangnya.

Ia berharap, program tersebut bisa dicontoh oleh perusahaan-perusahaan lain di Kabupaten Berau dan mampu berkolaborasi dengan Pemkab Berau.

“Kami akan memfasilitasi pasar. Karena memang kami memiliki tanggung jawab tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Lembaga Pengembangan Bisnis PAMA Berau, Agung Junazil Rukmana menyebut, pihaknya berupaya maksimal untuk mewujudkan petani GenZ. Ia menegaskan, segala kebutuhan Petani GenZ akan dipenuhi. Mulai dari peralatan, perlengkapan hingga pemasaran.

“Petani GenZ tersebut nantinya akan diberikan pelatihan. Hingga nantinya berjalan mandiri,” jelasnya.

Agung mengungkapkan, PAMA Berau tidak mengutip biaya dalam pelaksanaannya. Bahkan, keuntungan yang nanti didapatkan akan dikelola sendiri oleh masing-masing petani GenZ tersebut.

“Kami tidak akan mengambil satu rupiah pun dari keuntungan mereka. Kami membina sampai mereka mandiri,” katanya.

Ia menyebut, saat ini ada 20 orang yang terdaftar dalam Program Petarung Pama. 10 orang berada di Kampung Tumbit Dayak dan 10 orang lainnya di Kampung Bebanir Bangun.

“Kami tadi sudah melakukan pengecekan pasar, yang notabene cukup menjanjikan,” bebernya.

Tidak hanya itu, melihat kebutuhan Jagung dan Semangka di Berau, pihaknya pun akan menyampaikan ke Petani Konvensional yang menjadi binaan.

“Kami akan memberikan tantangan dan pendampingan sebagai komitmen kami,” tandasnya. (ADV/SETIAWAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *