Inflasi tahunan di Kabupaten Bulungan pada Juli 2026 tercatat sebesar 1,29 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 3,21 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulungan, sejumlah komoditas yang menahan laju inflasi yaitu tomat, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, sabun deterjen bubuk, bayam, bawang putih, dan sawi hijau.
“Penurunan harga komoditas tersebut turut menahan laju inflasi agar tidak lebih tinggi,” kata Kepala BPS Kabupaten Bulungan, Yuda Agus Irianto, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, inflasi tahunan dipicu kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok transportasi mencatat kenaikan 4,65 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 6,31 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 4,41 persen, pakaian dan alas kaki 2,62 persen, kesehatan 1,73 persen, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,94 persen.
Komoditas yang paling besar mendorong inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, angkutan udara, minyak goreng, sewa rumah, bensin, pelumas atau oli mesin, biaya servis kendaraan, tempe, bubur, dan perbaikan ringan kendaraan.
Di sisi lain, Yuda menyebut Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulungan meningkat dari 107,85 pada Juli 2025 menjadi 109,24 pada Juli 2026.
Sementara itu, secara bulanan Bulungan mengalami deflasi sebesar 0,91 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year to date) juga tercatat 0,91 persen.
“Perkembangan harga berbagai komoditas pada Juli 2026 secara umum masih menunjukkan kenaikan. Namun, secara bulanan terjadi deflasi sehingga tekanan inflasi relatif lebih terkendali,” ujarnya. (Muhammad Efendi)












