Kebutuhan Anggaran Masih Kurang, KONI Berau Perkuat Koordinasi Lintas Sektor Jelang Porprov Kaltim

“Sebenarnya yang dibutuhkan kurang lebih sekitar Rp10 miliar, sementara kalau tidak salah anggaran kita yang ada sekitar Rp4,5 miliar,” Ketua KONI Berau, Taupan Majid.

KOMITE Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Berau mulai mendorong percepatan persiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kabupaten Paser. Persiapan dinilai perlu segera dimatangkan, khususnya melalui pemusatan latihan atau Training Center (TC), mengingat Berau memasang target tinggi untuk meraih gelar juara umum.

Ketua KONI Berau, Taupan Majid mengatakan, sejumlah Cabang Olahraga (Cabor) yang telah memiliki target prestasi saat ini masih menjalani latihan secara mandiri. Menurutnya, kondisi tersebut belum ideal untuk menghadapi persaingan di Porprov.

“Untuk menyiapkan target yang telah diberikan, sementara latihan mandiri. Latihan mandiri itu artinya mereka menggunakan anggaran sendiri,” ujar Taupan, Kamis (20/8/2026).

Ia menegaskan, atlet yang diproyeksikan berlaga di Porprov seharusnya sudah memasuki program TC minimal selama tiga bulan. Pemusatan latihan diperlukan agar program latihan dapat dilakukan secara terukur, sekaligus memudahkan evaluasi dan pemantauan perkembangan kemampuan atlet.

“Sekarang ini sudah masuk TC, untuk pusat pelatihan selama tiga bulan ini dalam rangka mencapai target yang ditentukan. Target kita kan mau juara umum,” tegasnya.

Menurut Taupan, persiapan atlet juga tidak cukup hanya dengan latihan di daerah. Para atlet perlu mengikuti try out atau uji tanding ke daerah lain untuk mengukur kemampuan secara lebih objektif sebelum menghadapi Porprov.

“Bukan hanya latihan di sini, mereka harus try out. Untuk menguji kemampuan, itu harus terukur. Makanya harus diuji coba,” katanya.

Ia menyebut sejumlah daerah, salah satunya Balikpapan, telah lebih dulu memusatkan latihan atlet sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov Kaltim 2026. Di sisi lain, KONI Berau juga tengah menghadapi persoalan kebutuhan anggaran. Berdasarkan hasil verifikasi, jumlah kontingen yang dipersiapkan mencapai sekira 800 orang, terdiri atas lebih dari 700 atlet serta ofisial, tenaga kesehatan dan pendamping lainnya.

Taupan mengatakan, kebutuhan anggaran keberangkatan kontingen diperkirakan mencapai minimal Rp10 miliar. Anggaran tersebut terutama diperlukan untuk membiayai transportasi, akomodasi dan uang saku selama pelaksanaan Porprov.

“Sebenarnya yang dibutuhkan kurang lebih sekitar Rp10 miliar, sementara kalau tidak salah anggaran kita yang ada sekitar Rp4,5 miliar,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat KONI Berau berharap dukungan pemerintah daerah dapat diperkuat melalui koordinasi lintas instansi. Jika kemampuan anggaran pemerintah belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan, KONI juga membuka peluang keterlibatan pihak swasta.

“Nanti pihak-pihak yang peduli, akan kita undang untuk berkontribusi menutupi kekurangan pemerintah,” jelasnya.

Taupan menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi salah satu solusi untuk memastikan persiapan kontingen berjalan maksimal. Terlebih, lokasi Porprov di Paser membuat kebutuhan transportasi dan akomodasi kontingen Berau cukup besar.

“Kalau pemerintah tidak bisa menutupi itu, kita carikan solusi. Perusahaan itu solusinya, tapi kami berharap kepala daerah lebih peduli,” pungkasnya. (TR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *