Empat Pembangkit Bermasalah, Dewan Minta PLN Berbenah

PLTU Teluk Balikpapan-Dok Nosa

Kelistrikan Kalimantan Timur (Kaltim) sedang tak baik-baik saja belakangan ini, pemadaman bergilir terjadi. Dewan minta PLN membenahi persoalan yang kerap terjadi.

————————————

Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur dalam beberapa hari terakhir, dipengaruhi keterbatasan daya pada sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan. PLN menyebut kondisi tersebut terjadi setelah sejumlah pembangkit mengalami gangguan.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) M. Chaliq Fadli menjelaskan, salah satu pembangkit PLN sedang menjalani pemeliharaan. Pada saat bersamaan, sejumlah pembangkit PLN dan Independent Power Producer (IPP) mengalami gangguan.

“Kami berharap kondisi pemadaman sudah mulai berangsur berkurang karena beberapa pembangkit sudah mulai masuk sistem kembali. Mohon doanya supaya listrik ini bisa kembali pulih dan melayani masyarakat Kaltim dengan lebih baik,” ujar Chaliq,pada Senin (14/9/2026).

Menurut Chaliq, kondisi tersebut membuat PLN harus melakukan pengaturan beban pada sistem kelistrikan. Langkah tersebut dilakukan karena pasokan daya yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan listrik secara penuh pada saat sejumlah pembangkit mengalami gangguan.

Lanjutnya, pemadaman di sejumlah wilayah rata-rata berlangsung sekitar tiga jam per hari. Kondisi tersebut terutama terjadi dalam tiga hari terakhir ketika keterbatasan daya masih dirasakan pada sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan.

PLN memastikan, kondisi kelistrikan mulai menunjukkan perbaikan setelah beberapa pembangkit yang sebelumnya mengalami gangguan kembali masuk ke dalam sistem. Pemulihan dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kondisi pembangkit dan keamanan sistem.

Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Kaltimra Muchamad Meiryandi menjelaskan, terdapat empat pembangkit yang mengalami kerusakan dan memberikan dampak terhadap sistem kelistrikan di Kaltim.

Keempat pembangkit tersebut adalah PLTU Cahaya Fajar Kaltim di Kutai Kartanegara, PLTU Kaltim Prima Coal di Kutai Timur, PLTU Teluk Balikpapan, serta PLTMG Bangkanai.

Gangguan pada pembangkit tersebut membuat pasokan daya ke sistem interkoneksi berkurang. Karena jaringan kelistrikan antardaerah saling terhubung, gangguan pembangkit kemudian berdampak terhadap sejumlah wilayah yang menerima pasokan dari sistem tersebut.

“Seluruh Kaltim terkena dampak. Kami berkoordinasi dengan pengelola pembangkit untuk mempercepat proses pemulihan dan menambah pasokan daya ke sistem,” kata Meiryandi.

Meiryandi mengatakan, PLN terus berkoordinasi dengan para pengelola pembangkit untuk mempercepat pemulihan. Upaya tersebut diarahkan agar pembangkit yang mengalami gangguan dapat kembali beroperasi dan menambah pasokan daya ke sistem.

Pengaturan beban dilakukan sebagai langkah menjaga keseimbangan sistem ketika pasokan listrik mengalami keterbatasan. PLN perlu menyesuaikan beban agar kondisi kelistrikan tetap dapat dikendalikan selama proses pemulihan pembangkit berlangsung.

Selain mempercepat pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan, PLN juga menyiapkan tambahan pasokan untuk mengurangi dampak kekurangan daya pada sistem kelistrikan Kaltim.

Sejumlah tambahan daya yang tengah dipersiapkan berasal dari Pembangkit Batulicin dengan kapasitas 10 megawatt. PLN juga menyiapkan pembangkit sewa tahap pertama sebesar 158 megawatt dan tahap kedua dengan kapasitas 120 megawatt.

Tambahan pasokan tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan ketika kebutuhan listrik masyarakat terus berjalan. Kehadiran pembangkit tambahan juga menjadi bagian dari upaya PLN menjaga keandalan pasokan di tengah kondisi sistem yang masih mengalami tekanan.

“Seluruh proses pemulihan terus dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan pembangkit,” sambung Meiryandi.

PLN menyatakan proses pemulihan dilakukan secara bertahap seiring masuknya kembali sejumlah pembangkit ke sistem. Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan pengelola pembangkit untuk memastikan proses perbaikan berjalan sesuai standar keselamatan.

MINTA PLN BERBENAH

Pemadaman listrik bergilir yang terjadi mendapat sorotan dari wakil rakyat. Kondisi tersebut dinilai mulai mengganggu aktivitas masyarakat, pelayanan publik, hingga kegiatan ekonomi yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kaltim Yulianus Henock Sumual meminta PLN segera memastikan sistem kelistrikan berjalan normal. Menurut dia, pemadaman yang berulang dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat apabila berlangsung dalam waktu yang panjang.

Ia menilai, listrik menjadi kebutuhan penting dalam hampir seluruh aktivitas masyarakat. Gangguan pasokan dapat menghambat pekerjaan, kegiatan usaha, pelayanan masyarakat, hingga aktivitas rumah tangga yang membutuhkan perangkat listrik.

Yulianus juga menyoroti ketersediaan sumber energi untuk pembangkit listrik. Sebagai daerah penghasil batu bara, Kaltim dinilai perlu mendapatkan perhatian dalam pemenuhan kebutuhan energi listrik masyarakatnya.

“Stok batu bara yang berasal dari Kaltim harus memprioritaskan kebutuhan listrik di Kaltim sendiri,” tegasnya.

Menurut Yulianus, pemenuhan kebutuhan listrik daerah, perlu menjadi perhatian bersama. Pemerintah, PLN, dan wakil rakyat memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kelistrikan yang andal.

Persoalan pemadaman listrik bergilir juga menjadi perhatian DPRD Kaltim. Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud mengatakan, pihaknya hingga kini belum mendapatkan informasi secara rinci mengenai penyebab pemadaman yang terjadi di sejumlah wilayah.

Dewan juga belum memperoleh kepastian mengenai durasi kondisi tersebut. Informasi tentang kapan sistem kelistrikan kembali normal menjadi salah satu hal yang ingin diketahui DPRD melalui pertemuan bersama PLN.

“Kami di DPRD belum tahu detail soal pemadaman bergilir itu, apa penyebabnya, sampai kapan situasi ini berlangsung, dan bagaimana langkah penanganannya. Nanti akan disiapkan RDP,” kata Hasanuddin.

Menurut Hasanuddin, rapat dengar pendapat bersama PLN diperlukan agar persoalan kelistrikan dapat dijelaskan secara terbuka. DPRD ingin mendapatkan gambaran mengenai kondisi sistem kelistrikan sekaligus langkah yang sedang dilakukan untuk mengatasi gangguan tersebut.

Forum tersebut juga diharapkan dapat menjelaskan strategi PLN dalam menjaga kestabilan pasokan listrik ke masyarakat. Kejelasan informasi dinilai penting agar masyarakat mengetahui penyebab pemadaman serta langkah yang sedang dilakukan untuk mengembalikan kondisi kelistrikan.

Hasanuddin mengatakan DPRD Kaltim akan menyiapkan agenda RDP dengan PLN. Pertemuan tersebut akan menjadi ruang bagi dewan untuk meminta penjelasan langsung mengenai persoalan pemadaman bergilir yang terjadi di Benua Etam.

Pemadaman listrik yang berulang menjadi persoalan yang perlu segera mendapatkan perhatian. Pasokan listrik yang stabil berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat, dunia usaha, pelayanan publik, serta berbagai sektor yang membutuhkan energi listrik secara terus-menerus.(ARI RACHIM/ARIE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *