Dua desa di wilayah Kalimantan Utara, yakni Desa Sambungan Selatan di Kabupaten Tana Tidung dan Desa Malinau Kota di Kabupaten Malinau, memperoleh skor masing-masing 96 dan 94, dari hasil observasi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) I Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Permas) KPK, Andhika Widiarto, hasil observasi itu menunjukkan capaian positif. Karena skor kedua desa tersebut masuk kategori istimewa.
Andhika mengatakan, hasil tersebut juga menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi Tim Perluasan Percontohan Desa Antikorupsi di tingkat provinsi, khususnya mengenai tahapan dan metodologi penilaian.
“Ini menjadi kesempatan dalam memberikan pendampingan kepada Tim Perluasan Percontohan Desa Antikorupsi Provinsi Kalimantan Utara tentang bagaimana tahapan dan metodologi penilaian dilaksanakan, sesuai dengan panduan pembentukan percontohan Desa Antikorupsi,” kata Andhika, dikutip dari laman KPK, Minggu (4/10/2026).
Selain dua desa tersebut, sudah ada satu desa di Kaltara yang ditetapkan sebagai Desa Antikorupsi. Yakni Desa Sungai Limau di Kabupaten Nunukan.
Andhika mengatakan, pengalaman Desa Sungai Limau dapat menjadi referensi bagi desa lain dalam mengembangkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas.
Sepanjang 2026, ujarnya, desa tersebut juga menjadi lokasi studi tiru bagi sejumlah desa dan Pemerintah Kabupaten Bulungan.
“Desa Sungai Limau menjadi tempat belajar bagi desa lainnya, yang ditunjukkan dengan adanya kegiatan studi tiru dari beberapa desa dan Pemerintah Kabupaten Bulungan pada tahun 2026,” ungkapnya.
Dalam pemantauan KPK, Desa Sungai Limau masih menunjukkan komitmen untuk mempertahankan implementasi indikator Desa Antikorupsi.
Hal itu antara lain terlihat dari keberlanjutan kegiatan sosialisasi, edukasi, pengawasan, pelayanan publik, serta pelibatan masyarakat.
“Pemerintah Desa Sungai Limau perlu melakukan penguatan dan perbaikan secara berkelanjutan, agar implementasi Indikator Desa Antikorupsi dapat dipertahankan, serta menjadi contoh bagi desa lainnya di Kabupaten Nunukan,” katanya. (fen)












