SEJUMLAH catatan teknis hasil peninjauan Bupati Berau, Sri Juniarsih, ke RSUD Tanjung Redeb mulai ditindaklanjuti. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau membeberkan berbagai pembenahan yang kini dikebut menjelang operasional rumah sakit yang ditargetkan berlangsung pada Mei 2026. Fokus perbaikan tidak hanya menyasar aspek besar bangunan, tetapi juga menyentuh detail-detail yang langsung berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan pengguna layanan.
Kepala Bidang Pengembangan Permukiman, Penataan Bangunan, dan Jasa Konstruksi (P3BJK) DPUPR Berau, Anang Wahananto, menyebut evaluasi dilakukan menyeluruh dengan mengacu pada temuan langsung di lapangan saat peninjauan berlangsung.
“Intinya ini bagian dari evaluasi sebelum operasional. Mengikuti arahan Ibu Bupati, ada beberapa hal yang perlu perbaikan dan penyempurnaan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia memastikan, secara umum struktur utama bangunan RSUD Tanjung Redeb telah rampung dan tidak ditemukan persoalan mendasar. Namun, sejumlah fasilitas penunjang masih perlu disempurnakan agar pelayanan berjalan optimal sejak hari pertama dibuka.
“Secara struktur bangunan sudah cukup, sudah selesai. Tinggal perlengkapan atau bagian-bagian pendukung yang perlu disempurnakan. Harapannya sebelum operasional semuanya bisa kita selesaikan,” jelasnya.
Salah satu catatan yang muncul dalam peninjauan tersebut adalah kondisi ruang tunggu poliklinik yang dinilai belum nyaman. Paparan sinar matahari langsung membuat area tersebut terasa panas bagi pengunjung. Selain itu, perhatian juga tertuju pada area parkir yang sempat terlihat mengalami keretakan di beberapa titik. Meski demikian, DPUPR memastikan kondisi tersebut bukan persoalan struktural.
“Kalau yang di parkiran itu hal biasa. Itu karena penurunan tanah, wajar terjadi pada konstruksi baru. Tidak ada kaitannya dengan struktur utama bangunan,” tegasnya.
Di sisi lain, DPUPR juga tengah mengerjakan penguatan di sejumlah titik luar bangunan, khususnya pada bagian dinding penahan tanah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi longsor di area yang dinilai rawan.
“Di luar itu ada beberapa titik yang perlu diperkuat dengan dinding penahan tanah. Ini sedang dalam proses untuk mengantisipasi longsor,” tambahnya.
Selain struktur pengaman, penataan kawasan juga menjadi perhatian. Masukan dari bupati terkait penambahan vegetasi di area rumah sakit akan ditindaklanjuti untuk mendukung estetika sekaligus fungsi lingkungan.
“Termasuk nanti ada penambahan vegetasi sesuai masukan Ibu Bupati,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)












