AJANG akbar olahraga empat tahunan, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026, sudah di ambang mata. Rencananya, pada pesta olahraga multicabang yang dihelat di Kabupaten Paser pada November mendatang, kontingaen Berau akan menerjunkan 732 atlet.
Di tengah semangat tinggi para patriot olahraga Bumi Batiwakkal untuk mempertahankan prestasi, keterbatasan anggaran memaksa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau harus memutar otak ekstra keras.
Ketua KONI Berau, Taupan Madjid, membeberkan kondisi kontingen jelang keberangkatan. Dari total 64 cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan di Paser nanti, Berau dipastikan hanya akan mengirimkan atlet untuk 47 cabor saja. Meski melakukan rasionalisasi Cabor, kekuatan kontingen tetap terbilang besar. Tercatat ada sebanyak 732 atlet yang dipastikan akan berangkat membela panji Kabupaten Berau.
Masalah krusial yang dihadapi KONI Berau saat ini bermuara pada pos anggaran. Taupan menyebutkan, dana yang tersedia di kas saat ini baru Rp 3 miliar. Padahal, jika dikalkulasikan secara riil berdasarkan kebutuhan kontingen, anggaran yang ideal berada di kisaran Rp 10 miliar.
Angka estimasi tersebut bukan tanpa dasar. Taupan merujuk pada pengalaman pelaksanaan Porprov sebelumnya di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Saat itu, untuk memberangkatkan dan memfasilitasi kontingen secara maksimal, dana yang dihabiskan mencapai sekitar Rp 8 miliar. Dengan disparitas angka yang cukup jomplang antara ketersediaan kas dan proyeksi kebutuhan, KONI Berau dituntut agar para atlet tidak menjadi korban dari keterbatasan finansial.
Menghadapi situasi yang pelik ini, KONI Berau tidak tinggal diam. Taupan mengungkapkan, pihaknya mengandalkan instruksi tegas dari Bupati Berau untuk menggalang kepedulian dari sektor swasta.
Pemerintah daerah bersama KONI akan mengoptimalkan peran pihak korporasi yang beroperasi di Bumi Batiwakkal melalui skema dukungan pendanaan (bapak asuh). Kolaborasi lintas sektoral ini diharapkan mampu menambal kekurangan anggaran sehingga target prestasi kontingen Berau di Porprov Kaltim 2026 tetap bisa tercapai secara optimal tanpa hambatan berarti. (SETIAWAN)












