Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyebut potensi Kalimantan Utara (Kaltara) yang punya peluang besar dikembangkan, bahkan bisa menjadi komoditas unggulan ekspor, yaitu sarang burung walet (SBW).
Dia melihat potensi besar sarang burung walet Kaltara belum tersentuh transaksi dalam rangkaian Misi Dagang dan Investasi yang diikuti oleh pelaku usaha dan asosiasi perdagangan Jatim-Kaltara di Tarakan, Selasa (8/9/2026).
“Pak Ketua DPRD Kaltara menyampaikan bahwa untuk sarang burung walet, Kaltara ini gudangnya. Tapi saya belum melihat ada transaksi sarang burung walet,” kata Hetifah, dilansir dari Antara, Rabu (9/9/2026).
Padahal menurutnya, berdasarkan pengalaman Pemprov Jatim dalam melakukan misi dagang ke Hong Kong, transaksi komoditas sarang burung walet yang sebelumnya sulit masuk ke pasar tersebut, kini mengalami perkembangan signifikan.
Dia menyebut, dalam misi dagang yang telah dilakukan sekitar dua bulan lalu itu, transaksi sarang burung walet yang sebelumnya hampir tidak berhasil, dapat menembus nilai lebih dari Rp2 triliun.
Khofifah mengatakan, pasar sarang burung walet juga tidak hanya berasal dari Hong Kong. Sejumlah pembeli dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Korea Selatan turut menunjukkan minat terhadap komoditas tersebut.
Oleh sebab itu, ia berharap pelaku usaha dari Jatim dapat menindaklanjuti potensi sarang burung walet yang dimiliki Kaltara.
“Apa yang kami sampaikan ini bisa menjadi catatan penting, baik trader dan buyer yang dari Jatim untuk bisa melakukan langkah tindak lanjut dari potensi sarang burung walet yang ada di Kaltara ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie, mendorong Pemprov Kaltara lebih aktif memasarkan produk unggulan daerah ke provinsi lain hingga menembus pasar internasional, salah satunya sarang burung walet.
“Sejumlah komoditas unggulan Kaltara sangat potensial dan masih perlu dikembangkan pemasarannya, di antaranya adalah sarang burung walet,” ujar Achmad Djufrie.
Menurutnya, Kaltara memiliki beberapa daerah yang produksi sarang burung waletnya cukup besar. Seperti di wilayah Nunukan, Tana Tidung, dan Malinau.
Namun, kata dia, akses pasar luar negeri terhadap komoditas tersebut masih terbatas sehingga sebagian besar perdagangan masih dilakukan di pasar lokal.
Dengan adanya Misi Dagang dan Investasi, Achmad Djufrie berharap produk sarang burung walet Kaltara dapat dikembangkan hingga menembus pasar internasional, termasuk Hong Kong, Tiongkok, dan Thailand melalui kerja sama pelaku usaha Jatim-Kaltara. (fen)












