Jaga Wisata Bahari Berkelanjutan

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, bersama Berau Divers maupun Green Nirvana Resort bersama-sama terlibat dalam konservasi terumbu karang di perairan Maratua, beberapa waktu lalu.//Berau divers//

Keindahan Pulau Maratua tidak berhenti pada hamparan laut biru yang terlihat dari permukaan. Di bawahnya, terumbu karang dan beragam kehidupan laut menjadi kekayaan yang membuat Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, memiliki daya tarik tersendiri bagi para penyelam dan wisatawan.

Pesan inilah yang turut mengemuka dalam rangkaian kegiatan “Cinta Maratua untuk Negeri” yang digelar Berau Divers pada 7–9 Agustus 2026 lalu. Lebih dari 30 peserta yang terdiri dari scuba diver dan freediver terlibat dalam kegiatan transplantasi terumbu karang dan pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut, dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tidak hanya menjadi momentum memperingati kemerdekaan, kegiatan tersebut membawa pesan “One Ocean, One Responsibility” sebagai ajakan bahwa keindahan laut yang dapat dinikmati hari ini juga membawa tanggung jawab untuk menjaganya bagi masa depan.

Ketua Umum Berau Divers Fitriani mengatakan, Maratua dipilih karena merupakan salah satu ikon wisata bahari yang telah dikenal tidak hanya di Kabupaten Berau, tetapi juga secara nasional hingga internasional. Melalui kegiatan tersebut, Berau Divers ingin menunjukkan bahwa menikmati keindahan laut harus berjalan beriringan dengan upaya menjaganya.

“Transplantasi terumbu karang merupakan salah satu program Berau Divers sebagai upaya memberikan sumbangsih dalam melestarikan karang-karang yang ada di Pulau Maratua. Sedangkan pengibaran bendera di bawah laut merupakan bentuk rasa nasionalisme kami sebagai para penyelam,” ujar Fitriani.

Menurut Fitriani, semangat tersebut juga menjadi bagian dari upaya Berau Divers untuk mengajak generasi muda semakin mengenal aktivitas penyelaman sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan laut.

Fitriani menegaskan, bahwa semangat menjaga laut tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan konservasi, tetapi juga melalui cara setiap orang beraktivitas di kawasan laut dan pesisir. Menurutnya, aktivitas wisata maupun kegiatan lainnya harus dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak mengganggu atau merusak terumbu karang dan kehidupan biota laut.

“Menjaga laut bukan hanya dengan melakukan transplantasi terumbu karang. Hal yang paling sederhana adalah memastikan setiap aktivitas kita tidak justru memberikan dampak buruk terhadap ekosistem. Jangan menyentuh atau menginjak terumbu karang, jangan mengganggu atau menyakiti biota laut, dan mari menjalankan aktivitas wisata secara beretika dengan mengikuti imbauan yang telah disampaikan pemerintah maupun komunitas,” jelasnya.

Berau Divers juga mengajak masyarakat, wisatawan, pelaku wisata, komunitas, serta seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan pesisir dan laut untuk bersama-sama memberikan perlindungan terhadap satwa laut, terutama spesies yang rentan dan dilindungi.

“Kami mengecam praktik-praktik yang mengeksploitasi atau menyakiti satwa laut untuk kepentingan apa pun, termasuk terhadap penyu yang keberadaannya perlu terus kita jaga. Keindahan laut seharusnya dinikmati dengan tetap menghormati kehidupan yang ada di dalamnya, bukan dengan mengeksploitasinya,” tegasnya.

Menurut Fitriani, pesan tersebut menjadi bagian penting dari “One Ocean, One Responsibility”. Laut tidak hanya menjadi ruang bagi penyelam, masyarakat pesisir, atau pelaku wisata, tetapi merupakan kekayaan bersama yang keberlanjutannya bergantung pada perilaku semua pihak.

“Laut yang sama memberikan kehidupan dan manfaat kepada kita semua. Karena itu, tanggung jawab untuk menjaganya juga menjadi tanggung jawab kita bersama. One Ocean, One Responsibility,” katanya.

Berau Divers bersama Green Nirvana Resort berkomitmen untuk menjaga terumbu karang di pulau Maratua.

Keindahan yang Terlihat dari Balik Lensa

Bagi Rika, Underwater Photographer Green Nirvana Resort, kegiatan ini memberikan pengalaman tersendiri. Tidak hanya mendokumentasikan keindahan bawah laut Maratua melalui lensa, Rika juga terlibat langsung sebagai freediver yang membawa Bendera Merah Putih menuju lokasi pengibaran di bawah laut.

Peran tersebut membuatnya mengalami langsung dua sisi dari kegiatan “Cinta Maratua untuk Negeri”: semangat menjaga kehidupan bawah laut melalui transplantasi terumbu karang sekaligus menghadirkan simbol nasionalisme melalui pengibaran Merah Putih.

“Kegiatan ini sangat positif, terutama bagi kita yang banyak beraktivitas di sektor underwater. Sebagai underwater photographer, kegiatan seperti ini sangat penting untuk dikembangkan, terutama dalam mendukung pelestarian terumbu karang,” ujar Rika.

Menurut Rika, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kekayaan bawah laut yang tidak kalah dengan keindahan yang terlihat di permukaan. Karena itu, menjaga laut juga menjadi bagian dari kecintaan terhadap Indonesia.

“Indonesia adalah negara kepulauan. Kita tidak hanya perlu meningkatkan rasa nasionalisme terhadap negara, tetapi juga menjaga kelestarian terumbu karang dan keindahan bawah laut yang tidak kalah indah dengan apa yang ada di permukaan,” katanya.

Momentum tersebut sekaligus mempertemukan dua pesan yang dibawa dalam kegiatan ini, yakni kecintaan terhadap Indonesia dan tanggung jawab untuk menjaga kekayaan laut yang dimilikinya.

Rika berharap kegiatan konservasi seperti ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan berkembang menjadi program yang berkelanjutan serta semakin membuka pandangan masyarakat terhadap kekayaan bawah laut Indonesia.

“Harapannya, program seperti ini memberikan kesadaran kepada kita semua bahwa bawah laut Indonesia sangat indah. Semoga ke depan semakin banyak program yang berkelanjutan dan semakin banyak orang yang peduli. Indonesia jangan hanya dikenal dari keindahan di permukaan, tetapi juga dari keindahan bawah lautnya,” ungkap Rika.

Generasi Muda Diajak Mengenal dan Menjaga Maratua

Pengalaman menikmati langsung keindahan bawah laut Maratua juga dirasakan Khalisa Annisa, Putri Pariwisata Kabupaten Berau 2026, yang turut mengikuti rangkaian kegiatan bersama Berau Divers.

Bagi Khalisa, berada langsung di bawah laut memberikan perspektif berbeda mengenai kekayaan wisata bahari Kabupaten Berau. Terumbu karang dan beragam ikan yang ditemuinya menjadi pengalaman yang berkesan selama berada di Maratua.

“Pemandangan di bawah laut benar-benar sangat indah. Terumbu karangnya, ikan-ikannya, semuanya memberikan pengalaman tersendiri. Ketika menyelam, kita bisa melihat langsung kehidupan yang ada di bawah laut Maratua,” ujarnya.

Khalisa juga mengikuti rangkaian transplantasi terumbu karang dan pengibaran Bendera Merah Putih bersama Berau Divers. Menurutnya, pengalaman tersebut tidak hanya menjadi kesempatan menikmati destinasi wisata, tetapi juga mengingatkan generasi muda mengenai tanggung jawab untuk menjaganya.

Ia secara khusus mengajak generasi muda untuk datang dan mengenal Maratua, sekaligus memiliki kesadaran terhadap kelestarian terumbu karang.

“Untuk para generasi muda, jangan lupa datang ke Pulau Maratua yang sangat indah ini. Tetapi jangan lupa juga menjaga terumbu karang agar keindahannya terus dapat kita selamatkan dan nikmati bersama,” kata Khalisa.

Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan konservasi dan wisata bahari diharapkan dapat menjadi salah satu jalan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan lingkungan. Tidak hanya mengenal Maratua sebagai destinasi wisata, tetapi juga memahami bahwa keindahannya membutuhkan kepedulian bersama.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas yang hadir dalam seremoni transplantasi terumbu karang memberikan apresiasi terhadap inisiatif Berau Divers dalam menjaga kekayaan bawah laut Maratua.

“Maratua adalah salah satu kebanggaan kita. Habitat yang ada di dalam laut membutuhkan karang untuk hidup. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan kita untuk menjaga karang agar tetap terjaga, sehingga habitat di dalamnya dapat hidup dengan baik dan potensi wisata yang kita miliki dapat terus dikembangkan,” ujarnya.

Menurut Sri Juniarsih, daya tarik bawah laut Maratua telah menjadi magnet bagi wisatawan, termasuk penyelam dari berbagai negara. Salah satu daya tarik tersebut adalah fenomena kumpulan barracuda yang menjadi ikon wisata bawah laut Maratua.

“Saya mengapresiasi kerja tim Berau Divers dalam menjaga karang, mengembalikan karang yang rusak, kemudian ditambah dengan kegiatan pengibaran bendera di bawah laut. Teruslah

melakukan kegiatan positif dan mengampanyekan upaya menjaga serta melestarikan laut dan karang kepada masyarakat nasional maupun internasional,” tambahnya.(ARIE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *