Pemerintah Kabupaten Nunukan mengalihkan jalur pengiriman bantuan logistik ke Krayan Selatan melalui Kabupaten Malinau.
Hal itu dilakukan karena terbatasnya jadwal penerbangan dari ibu kota Nunukan ke Krayan Selatan. Sehingga Pemkab Nunukan memilih penerbangan dari Bandara RA Bessing Malinau ke Bandara Long Layu di Kecamatan Krayan Selatan.
Pada hari pertama pendistribusian bantuan ke Krayan Selatan melalui Malinau, tiga penerbangan berhasil dilakukan untuk mengangkut bantuan.
BPBD Nunukan menargetkan sebanyak tujuh penerbangan dari Malinau untuk menyelesaikan pengiriman sisa logistik.
“Setiap penerbangan diperkirakan mampu mengangkut sekitar 600 hingga 700 kilogram logistik,” ungkap Kasubbid Penyelamatan dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, dikutip pada Minggu (9/8/2026).
Selain membawa bantuan, penerbangan juga mengangkut personel BPBD yang bertugas mendampingi proses distribusi bantuan di lapangan.
Dengan kapasitas tersebut, pengalihan jalur melalui Malinau diharapkan dapat mempercepat pengiriman bantuan yang jumlahnya masih lebih dari empat ton.
Bantuan yang didistribusikan terdiri atas beras, bahan kebutuhan pokok hingga susu formula. Logistik tersebut berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemkab Nunukan, dengan penyaluran diprioritaskan bagi masyarakat yang terdampak bencana di Krayan Selatan.
Jalur udara masih menjadi pilihan utama dalam proses distribusi, karena akses darat menuju Krayan Selatan belum memungkinkan untuk mengangkut logistik dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus mengoptimalkan penerbangan sebagai sarana pengiriman bantuan ke wilayah yang membutuhkan.
Pemkab Nunukan terus mengupayakan agar seluruh bantuan yang masih tersisa dapat segera dikirimkan ke Krayan Selatan. Agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi. (fen)












