Hadapi Ancaman Kemarau Ekstrem, Disdamkarmat Berau Lakukan Pengecekan Kelayakan Hidran

Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, saat melakukan pengecekan kelayakan hidran di kawasan Kecamatan Sambaliung (Ist/Dok.Damkar Berau)

MENGHADAPI potensi musim kemarau ekstrem tahun ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau mulai melakukan langkah antisipasi melalui pengecekan kondisi hidran di sejumlah titik.

Langkah awal difokuskan di wilayah Kecamatan Sambaliung. Pengecekan ini sekaligus menjadi upaya memastikan kesiapan sarana pendukung pemadaman kebakaran, terutama dalam menghadapi risiko meningkatnya kejadian kebakaran saat musim kering.

Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan keberadaan dan fungsi hidran tetap optimal.

“Kami melakukan pengecekan hidran yang ada di Sambaliung. Dari enam titik yang kami periksa, Alhamdulillah semuanya masih berfungsi dengan baik,” ujarnya, Senin (21/4/2026).

Ia menjelaskan, hidran memiliki peran penting sebagai sumber pengisian ulang air bagi mobil tangki pemadam. Ketersediaan debit air yang memadai dinilai mampu mempercepat proses pengisian, sehingga respons penanganan kebakaran bisa dilakukan lebih cepat.

Adapun enam titik hidran yang telah diperiksa di Sambaliung berada di sejumlah lokasi strategis, seperti di depan kantor lurah lama Sambaliung, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Masjid Al Kautsar, RT 1 Gang Firdaus, hingga kawasan menuju Perumahan Saodah.

Meski ditemukan beberapa komponen pendukung yang tidak lagi tersedia di lapangan, Rakhmadi memastikan hal tersebut tidak mengganggu fungsi utama hidran.

“Memang ada beberapa alat pendukung yang sudah tidak ada, tetapi itu tidak menjadi masalah karena peralatan tersebut juga tersedia di damkar,” jelasnya.

Namun demikian, kondisi berbeda justru ditemukan di wilayah perkotaan, khususnya Tanjung Redeb. Rakhmadi mengungkapkan, sebagian besar hidran di kawasan tersebut sudah tidak lagi berfungsi.

“Kalau di Tanjung Redeb, sejauh ini hidran yang berfungsi hanya yang ada di kantor PLN dan PT Berau Coal,” ungkapnya.

Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat kawasan perkotaan memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang cukup tinggi seiring dengan kepadatan permukiman. Untuk itu, Disdamkarmat Berau berencana melakukan kajian lebih lanjut terkait pemetaan wilayah rawan kebakaran sekaligus kebutuhan sarana pendukung, termasuk hidran.

“Ke depan kita perlu kajian, pemetaan daerah mana saja yang rawan kebakaran dan fasilitas pendukung apa saja yang dibutuhkan,” pugkasnya. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *