PEMERINTAH Kabupaten Berau memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata unggulan. Kebijakan ini dilakukan sebagai respons lonjakan kunjungan wisatawan, terutama ke wilayah pesisir.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah daerah mengelola anggaran yang hampir menyentuh Rp1 triliun guna menjaga konektivitas antar wilayah, meskipun secara umum terjadi penyesuaian anggaran.
Sekretaris Dinas PUPR Berau, Bambang Sugianto menegaskan, sektor infrastruktur tetap menjadi prioritas utama karena dinilai berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dari sektor pariwisata.
“Walaupun ada penyesuaian anggaran, pembangunan infrastruktur tetap menjadi fokus kami. Tahun ini, alokasi untuk PUPR mendekati Rp1 triliun,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Peningkatan arus wisatawan dalam beberapa waktu terakhir mendorong percepatan pembangunan akses ke sejumlah destinasi favorit. Kawasan pesisir seperti Bidukbiduk, Maratua, hingga Tabalar kini menjadi titik utama pengembangan. Wilayah-wilayah tersebut mencatat lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat periode libur panjang dan hari besar keagamaan.
Di Kecamatan Bidukbiduk, pemerintah akan membangun jalan dua jalur sepanjang 2,2 kilometer dengan nilai Rp19,2 miliar. Pembangunan juga dilanjutkan di Pulau Maratua melalui proyek jalan di jalur utara sepanjang 1,1 kilometer dengan anggaran Rp19,2 miliar. Sementara di Kecamatan Tabalar, pembangunan jalan Tabalar Muara sepanjang 2,1 kilometer dialokasikan anggaran sebesar Rp28 miliar.
Selain pembangunan baru, peningkatan kualitas jalan yang sudah ada turut menjadi perhatian. Salah satunya ruas Simpang Lenggo menuju Biduk-Biduk yang berstatus sebagai jalan kabupaten.
“Karena itu kewenangan kabupaten, maka perbaikan dan pemeliharaan akan kami lakukan secara rutin agar akses menuju kawasan wisata tetap aman dan nyaman,” ucapnya.
Tak hanya menyasar wilayah pesisir, pembangunan infrastruktur juga diarahkan ke kecamatan jauh. Di antaranya pembangunan jalan Simpang Merabu – Panaan senilai Rp9,4 miliar, serta peningkatan akses di wilayah Kelay dan Muara Lesan dengan total anggaran lebih dari Rp19 miliar. (MAULIDIA AZWINI)












