Gencarkan Skrining Tekan Penularan HIV

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Lamlay Sarie. (Rama/DIsway Kaltim)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kesehatan terus menggencarkan pemeriksaan atau screening HIV sebagai langkah untuk menekan penularan sekaligus menemukan kasus sedini mungkin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Lamlay Sarie, mengatakan pemeriksaan HIV menjadi bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Karena itu, layanan skrining terus diperkuat melalui fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas.

“Pasien dengan HIV atau AIDS itu masuk salah satu SPM bidang kesehatan. Jadi pelayanan kesehatan terhadap orang dengan HIV menjadi salah satu indikator dalam pelayanan kesehatan,” kata Lamlay Senin (10/8/2026).

Sebagai informasi, hingga Juni 2026 hingga 2026 terdapat 34 temuan kasus baru yang tercatat. Menurutnya, masyarakat dapat melakukan pemeriksaan HIV di puskesmas. Selain layanan pemeriksaan di fasilitas kesehatan, Dinkes bersama puskesmas juga melakukan screening secara aktif dengan menyasar sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi risiko penularan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas cakupan pemeriksaan sehingga kasus HIV dapat diketahui lebih awal dan segera mendapatkan penanganan. Semakin banyak masyarakat yang melakukan screening, kata Lamlay, semakin besar peluang kasus dapat ditemukan dan ditangani sejak dini.

“Kalau angka tes, sebanyak-banyaknya justru tidak apa-apa. Kita ingin semakin banyak yang diperiksa. Tetapi kalau angka kasus, kita berharap jangan meningkat,” ujarnya.

Data Dinkes Berau menunjukkan jumlah pemeriksaan HIV mengalami peningkatan. Pada 2024 tercatat lebih dari 5.761 pemeriksaan, kemudian meningkat menjadi sekitar 7.257 pemeriksaan pada 2025. Sementara hingga 2026, pemeriksaan yang tercatat masih sekitar 3.136 orang karena tahun berjalan belum berakhir.

Lamlay mengatakan target pemeriksaan dapat terus meningkat seiring pertambahan penduduk dan perluasan sasaran screening. Pemeriksaan HIV juga menjadi bagian dari layanan kesehatan bagi calon pengantin.

“Untuk tes itu memang kita harapkan sebanyak-banyaknya. Karena sekarang calon pengantin juga diharuskan melakukan pemeriksaan,” pungkasnya. (ADV/TRI/ARIE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *