Ganggu Privasi Pasien, Jalur Distribusi Obar Berbasis Drone Dibenahi

Gedung Pandurata RSUD AWS

Terus mendapatkan kritikan, terkait privasi pasien karena penggunaan jalur drone untuk distribusi obat di Gedung Pandurata RSUD AWS, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), pun akhirnya berbenah.

———————————————-

Rencana pemanfaatan jalur distribusi obat berbasis drone di kawasan Gedung Pandurata RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, kembali menjadi sorotan setelah mendapat kritik dari DPRD Kalimantan Timur. Sistem tersebut dinilai berpotensi mengganggu privasi pasien karena posisi jalur yang terbuka di lingkungan rumah sakit.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, memastikan akan melakukan penyesuaian desain dan pengamanan pada fasilitas tersebut, agar tetap sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan modern tanpa mengabaikan aspek kenyamanan pasien.

Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda mengatakan, pemerintah akan menambahkan pagar pembatas di area jalur drone tersebut sebagai langkah untuk menjaga privasi lingkungan rumah sakit.

“Rencananya nanti kita pagari untuk menjaga privasi pasien,” kata Fitra, Selasa (23/6/2026).

Ia menjelaskan, jalur distribusi obat di Gedung Pandurata pada awalnya dirancang untuk mempercepat mobilitas logistik obat antarunit layanan di rumah sakit, termasuk dari farmasi ke beberapa ruang pelayanan.

Namun setelah adanya masukan dan evaluasi, pemerintah memilih untuk menyesuaikan sistem distribusi agar lebih aman dan tidak mengganggu kenyamanan pasien maupun pengunjung rumah sakit.

Selain pemasangan pagar, jalur distribusi obat juga akan dialihkan melalui jalur bawah di dalam kawasan rumah sakit sebagai alternatif operasional yang lebih tertutup.

“Untuk distribusi obat juga direncanakan lewat jalur bawah. Walaupun jalannya lebih panjang, tetapi lebih aman,” ujarnya.

Meski demikian, Fitra menyebut, penggunaan drone tidak sepenuhnya dihapus dari konsep awal. Fasilitas tersebut masih dimungkinkan untuk digunakan kembali apabila pengamanan kawasan sudah dilakukan secara memadai.

“Namun tidak menutup kemungkinan fasilitas drone itu masih bisa difungsikan setelah dilakukan pengamanan,” katanya.

Sebelumnya, pembangunan Gedung Pandurata sendiri merupakan bagian dari penguatan layanan RSUD AWS yang saat ini mengalami peningkatan jumlah pasien. Gedung tersebut disiapkan untuk menampung sejumlah layanan yang akan dipindahkan dari bangunan utama rumah sakit, termasuk layanan yang membutuhkan ruang lebih luas seperti stroke center dan hemodialisis.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa pengembangan fasilitas kesehatan di RSUD AWS tidak hanya berfokus pada penambahan ruang layanan, tetapi juga peningkatan kualitas layanan unggulan yang sudah ada.

Ia menyoroti Instalasi Kedokteran Nuklir RSUD AWS sebagai salah satu layanan penting yang menjadi satu-satunya fasilitas sejenis di Pulau Kalimantan. Menurutnya, keberadaan layanan tersebut sangat membantu dalam penanganan penyakit, terutama kanker, dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.

“Ini sangat luar biasa. Di luar Pulau Jawa cuma ada di Pulau Kalimantan dan ada di Samarinda, di AWS. Ini akan sangat membantu menangani berbagai penyakit, terutama kanker, dengan tingkat akurasi dan penyembuhan yang lebih baik,” kata Rudy.

Ia juga mendorong agar layanan kedokteran nuklir dan layanan kesehatan lainnya dapat diakses lebih luas oleh masyarakat, termasuk melalui skema pembiayaan BPJS Kesehatan.

“Termasuk juga dengan BPJS, ada beberapa layanan seperti nuklir dan sebagainya agar bisa dilayani oleh BPJS,” ujarnya.

Rudy menambahkan, meskipun pemerintah daerah melakukan penyesuaian anggaran, sektor kesehatan tetap menjadi prioritas utama selain pendidikan dan infrastruktur. Ia memastikan pelayanan dasar masyarakat tidak akan terganggu. “Pelayanan dasar mulai dari pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur semuanya tetap kita utamakan,” tandas Rudy Mas’ud. (MAYANG SARI/arie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *