FENOMENA kabut asap yang menyelimuti langit Kabupaten Berau dalam beberapa waktu terakhir dipastikan merupakan asap kiriman. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau, Ade Heryadi menjelaskan, kesimpulan tersebut bukan tanpa sebab, berdasarkan analisis terhadap sebaran titik panas (hotspot) serta pola pergerakan angin yang bertiup dari arah selatan dan barat daya, kabut asap di Berau diduga kuat telah bercampur antara asap lokal, kiriman dari wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) lainnya, hingga kiriman dari wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Melihat titik hotspotnya dan pergerakan angin dari selatan dan barat daya, kemungkinan sudah bercampur asap lokal, dari wilayah Kaltim lainnya, serta dari wilayah Kalteng,” ujar Ade Heryadi, Senin (5/10/2026).
Ade memaparkan, saat ini kecepatan angin permukaan di wilayah Berau terpantau cukup lemah, yakni berada di kisaran 0 hingga 9 kilometer per jam. Kondisi angin yang relatif tenang ini membuat partikel asap cenderung tertahan dan bertahan lebih lama di atmosfer wilayah setempat.
Berdasarkan pantauan data satelit terkait sebaran titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi, tercatat ada sebanyak 32 kasus hotspot di wilayah Kabupaten Berau. Jumlah tersebut menempatkan Berau pada urutan kelima sebagai daerah dengan hotspot terbanyak di Provinsi Kalimantan Timur.
Sementara itu, wilayah di Kaltim yang menduduki urutan pertama dengan titik panas terbanyak adalah Kabupaten Paser dengan 325 titik hotspot, disusul Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebanyak 249 titik, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sebanyak 141 titik, dan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) sebanyak 47 titik.
BMKG Berau terus memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara secara berkala, serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat kabut asap. (SETIAWAN)












