Gali Potensi Budaya dari Membatik

Ketua Dekranasda Kabupaten Malinau, Maylenty Wempi/IST

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Malinau menggelar pelatihan membatik mulai mulai 18-24 Agustus 2026.

Pelatihan tersebut, kata Ketua Dekranasda Kabupaten Malinau, Maylenty Wempi, sebagai bentuk dorongan pemerintah daerah dalam industri kreatif sehingga batik menjadi salah satu penggerak ekonomi di Bumi Intimung.

“Dekranasda dan PKK Malinau mendorong pengembangan keterampilan membatik sebagai salah satu upaya menggali potensi budaya sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga serta masyarakat,” kata Maylenty Wempi, dikutip dari Antara, Selasa (25/8/2026).

Lanjut Maylenty, usai mendapat pelatihan, peserta bisa memperdalam ilmu membatik di Rumah Batik yang telah disiapkan TP PKK dan Dekranasda Malinau.

Ke depannya, kata Maylenty, Dekranasda dan TP PKK Malinau berencana membuka kelas pelatihan secara mandiri bagi masyarakat yang ingin terus belajar membatik dengan biaya sendiri.

Dia berharap program tersebut dapat terus berkembang dan melahirkan lebih banyak pembatik dari berbagai etnis maupun kalangan generasi muda di Kabupaten Malinau.

Peluang ekonomi dari usaha membatik cukup besar apabila ditekuni secara serius. Karena itu, ia mendorong peserta tidak hanya mampu menghasilkan batik, tetapi juga menjadikannya sebagai sumber pendapatan keluarga.

“Kalau diseriusi, besar sekali pemasukan dan hasil dari membatik. Tentunya dengan harapan dari pelatihan, hasil dan penjualan ada peningkatan ekonomi dalam keluarga si pembatik,” kata Maylenty. (fen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *