385 Hektare Lahan Terbakar, BPBD Ungkap Alasan Belum Maksimalnya Pencegahan

Kepala BPBD Berau, Masyhadi Muhdi (tengah). (Setiawan/Disway)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau menyebut kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bumi Batiwakkal diperkirakan sudah menghanguskan 385 Hektare (Ha) yang tersebar di 12 Kecamatan.

Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Berau, Masyhadi Muhdi, ia menjelaskan, penyebaran lahan yang terbakar hampir merata di 12 kecamatan.

“Kecuali kecamatan Maratua,” ujarnya, Senin (24/8/2026).

Masyhadi menuturkan, untuk penanganan Karhutla di Berau, pihaknya sudah melakukan pembagian zona. Dengan total ada 5 zona pembagian penanganan Karhutla.

Zona satu mencakup Poros Teluk Bayur dan Kelay, zona dua mencakup Labanan hingga segah, zona tiga mencakup Gunung Tabur hingga Tanjung Batu, zona empat mulai dari Tanjung Redeb hingga Tabalar dan zona lima dari Biatan hingga ke Bidukbiduk. Pihaknya mengklaim telah berupaya melakukan pencegahan terjadinya Karhutla di Berau. Kendati begitu, tidak bisa dilakukan secara maksimal.

“Kekurang personil dan anggaran menjadi kendala utama dalam pelaksanaannya,” bebernya.

Disebutkannya, efisiensi anggaran menjadi faktor utama tidak bisa maksimalnya pelaksanaan pencegahan tersebut.

“Kami tentunya punya program untuk melakukan pencegahan. Salah satunya adalah pembentukan masyarakat peduli api (MPA). Sosialisasi serta penanganan menjadi salah satu tugas pokok dari MPA. Tapi jika tidak ada anggarannya, apakah MPA tersebut akan bekerja? Tentu tidak, masyarakat yang menjadi bagian tersebut harus mendapat uang jasa,” Pungkasnya. (SETIAWAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *