Bangun Sinergi Kawasan Industri-UMKM

Pemprov Kaltara membangun sinergi antara kawasan industri dengan UMKM./IST

Sebanyak 51.840 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Utara berpotensi menjadi pemasok berbagai kebutuhan kawasan industri di Tanah Kuning dan Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.

Karena saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah membangun sinergi antara UMKM dengan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi.

“Jangan sampai kebutuhan di kawasan industri justru dilihat sebagai peluang oleh daerah lain,” ujar Sekretaris Provinsi Kaltara, Denny Harianto, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, pemerintah perlu mengambil peran untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kemampuan UMKM, agar manfaat investasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.

Denny menyampaikan, langkah tersebut berangkat dari kondisi investasi di Kalimantan Utara yang meningkat cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Nilai investasi yang pada 2024 tercatat sekitar Rp11 triliun, meningkat menjadi sekitar Rp30 triliun pada 2025, atau naik sekitar 159 persen.

Namun, lanjutnya, peningkatan investasi tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan pertumbuhan kesejahteraan masyarakat. Hal itu terlihat dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) perkapita yang hanya sekitar 3,2 persen.

“Harusnya dengan investasi yang besar, manfaatnya juga dirasakan masyarakat. Jangan sampai investasi yang besar itu tidak memberikan dampak bagi masyarakat Kalimantan Utara,” tegasnya.

Ia menjelaskan, konsep Sinergi Kaltara diawali dengan memetakan kebutuhan barang dan jasa di kawasan industri. Setelah itu, pemerintah akan menyiapkan UMKM lokal yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut sesuai standar yang ditetapkan.

Menurutnya, pendekatan itu tidak hanya membuka akses pasar bagi UMKM, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas produk sehingga mampu bersaing sebagai bagian dari rantai pasok industri.

Ia mencontohkan, kebutuhan seragam pekerja dapat dipenuhi melalui kolaborasi para pelaku usaha konveksi di Kaltara. Begitu pula kebutuhan bahan pangan seperti ikan, telur, dan komoditas lainnya yang selama ini berpeluang dipasok oleh UMKM lokal. (Muhammad Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *