Capaian pengobatan pasien Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Bulungan hingga kini masih berada di bawah 50 persen. Jauh dari target nasional yang ditetapkan sebesar 90 persen.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bulungan, Rustam Iwandi, mengatakan salah satu kendala yang dihadapi adalah masih rendahnya partisipasi masyarakat.
Ketika petugas kesehatan melakukan investigasi kontak terhadap anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan pasien TB, tidak semua masyarakat bersedia menjalani pemeriksaan.
Menurut Rustam, hal tersebut yang membuat pelaksanaan investigasi kontak TB di Bulungan hingga kini belum berjalan maksimal.
“Kalau ada satu orang yang terdiagnosis TB, petugas akan melakukan investigasi kontak terhadap orang-orang yang tinggal serumah. Kami berharap mereka bersedia diperiksa dan menjalani pengobatan apabila hasil pemeriksaannya positif,” ujar Rustam, Senin (6/7/2026).
Selain itu, masih ditemukan pasien yang tidak menyelesaikan pengobatan hingga tuntas. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu hambatan dalam menekan penyebaran TB di masyarakat.
“Ini yang masih menjadi permasalahan,” imbuhnya.
Padahal dengan semakin cepat kasus TB ditemukan dan diobati, lanjut Rustam, maka peluang memutus rantai penularan juga akan semakin besar, terutama di lingkungan keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TB.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat yang memiliki kontak erat dengan penderita TB, agar tidak ragu menjalani pemeriksaan dan menyelesaikan pengobatan apabila dinyatakan positif, sehingga upaya pengendalian penyakit dapat berjalan lebih optimal. (Muhammad Efendi)












