Belasan Ribu Warga Diperkirakan Terpapar TB

Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman

Dinas Kesehatan Kalimantan Utara (Kaltara) memperkirakan masih banyak penderita tuberkulosis (TB) di daerah yang belum terdeteksi.

Dari sekitar 15 ribu orang yang diperkirakan terpapar TB, kasus yang berhasil ditemukan dan tercatat baru sekitar 1.700 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan dalam upaya pengendalian TB, karena penanganan penyakit sangat bergantung pada kecepatan menemukan penderita di lapangan.

Menurutnya, penemuan kasus secara dini menjadi langkah penting untuk memutus rantai penularan, sekaligus memastikan pasien mendapatkan pengobatan hingga tuntas.

“Kalau penderita ditemukan dan diobati sampai sembuh, maka penularan bisa ditekan,” ujar Usman, belum lama ini.

Ia menjelaskan, upaya pengendalian TB tidak hanya berfokus pada pemberian obat, tetapi juga menjangkau masyarakat yang selama ini belum pernah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Karena itu, Dinkes Kaltara mendorong pelibatan pemerintah desa dalam mendeteksi warga yang memiliki gejala atau masuk kategori suspek TB.

Menurut Usman, perangkat desa memiliki posisi strategis karena lebih dekat dengan masyarakat dan dapat membantu petugas kesehatan menemukan kasus lebih cepat.

“Kalau desa bisa bergerak bersama melakukan penemuan dini, maka upaya menekan kasus TB ini akan lebih maksimal,” ungkapnya.

Selain penemuan kasus, Dinkes juga menghadapi tantangan pada tahap pengobatan. Saat ini, tingkat keberhasilan pengobatan pasien TB di Kaltara masih berada di bawah 70 persen.

Angka tersebut menunjukkan masih ada pasien yang tidak menyelesaikan pengobatan hingga tuntas atau putus berobat di tengah jalan.

“Padahal, pengobatan TB ini perlu kedisiplinan dalam mengonsumsi obat sesuai jadwal yang telah ditetapkan tenaga kesehatan,” kata Usman.

Pasien yang menghentikan pengobatan sebelum waktunya berisiko mengalami kondisi yang lebih sulit ditangani dan tetap berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain.

“Kalau penderita tidak ditemukan dan tidak diobati, maka dia bisa menularkan ke orang lain,” tegasnya.

Dinkes Kaltara berharap peningkatan deteksi dini dan kepatuhan pasien menjalani pengobatan dapat menekan penyebaran TB, sekaligus meningkatkan angka kesembuhan. (Muhammad Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *