Program Oplah Mendominasi Sawah di Bulungan

Program oplah di Bulungan mendominasi luas tanam padi.-ILUSTRASI/IST

Luas tanam padi di Kabupaten Bulungan hingga Mei 2026 mencapai 1.025,25 hektare. Sebagian besar areal tersebut berasal dari program optimasi lahan (oplah).

Kepala Dinas Pertanian Bulungan, Kristiyanto, menyebut sebanyak 998,50 hektare merupakan lahan yang dikelola melalui program oplah.

Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu strategi untuk menambah areal tanam tanpa harus membuka lahan pertanian baru dalam skala besar.

“Program oplah terbukti mampu meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian yang sebelumnya kurang produktif sehingga dapat kembali ditanami padi,” ujar Krisyanto, Minggu (31/5/2026).

Berdasarkan data Dinas Pertanian Bulungan, Kecamatan Tanjung Palas Tengah menjadi wilayah dengan luas tanam oplah terbesar, mencapai 346,75 hektare.

Capaian tersebut menempatkan Tanjung Palas Tengah sebagai salah satu kawasan yang menopang produksi padi di Bulungan sepanjang musim tanam tahun ini.

Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Tanjung Selor dengan luas tanam 200,75 hektare, disusul Kecamatan Tanjung Palas seluas 178,75 hektare.

Sementara itu, untuk kategori padi sawah, Kecamatan Tanjung Palas Timur mencatat luas tanam tertinggi sebesar 10 hektare. Kemudian Tanjung Palas Utara seluas 8,5 hektare dan Tanjung Palas Tengah sekitar 5 hektare.

Selain mengoptimalkan lahan yang ada, pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan produktivitas melalui berbagai program pendampingan kepada petani.

Dukungan tersebut mencakup bantuan benih unggul, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pengembangan infrastruktur yang menunjang kegiatan budi daya.

“Fokus kami bukan hanya menambah luas tanam, tetapi juga meningkatkan produktivitas agar hasil panen petani semakin optimal,” katanya.

Di sisi lain, Dinas Pertanian juga mengawal program cetak sawah rakyat yang disiapkan untuk menambah areal produksi pangan di Bulungan.

Program tersebut diharapkan dapat memperluas lahan pertanian, sekaligus memperkuat ketersediaan bahan pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. (Muhammad Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *