Disnaker Petakan Kebutuhan Pencaker

Pencari kerja mengurus kartu AK1 di Disnakertrans Bulungan.-muhammad efendi/disway kaltim

Data pencari kerja (pencaker) di Kalimantan Utara terus mengalami peningkatan. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan Utara mencatat, jumlah pencaker terkini sebanyak 600 orang, dari sebelumnya 500 orang.

Dengan peningkatan itu, Disnaker Kalimantan Utara pun mulai memetakan kebutuhan pencaker, sebagai bagian dari upaya penyaluran tenaga kerja ke perusahaan yang beroperasi di provinsi ke-34 ini.

“Data yang masuk berasal dari berbagai wilayah di Kaltara. Setelah kami pilah, Bulungan termasuk yang paling banyak,” ujar Kasi Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kaltara, Joy Marthin, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, pendataan tersebut tidak hanya sebatas pencatatan administrasi, tetapi juga disertai profiling untuk mengetahui minat dan jenis pekerjaan yang diinginkan pencari kerja.

Hasil profiling nantinya akan digunakan pihaknya untuk mencocokkan pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan atau dunia usaha.

“Kami lihat minatnya ke mana, ingin bekerja di bidang apa, sehingga nanti bisa kami carikan perusahaan yang sesuai,” ungkapnya.

Dari hasil wawancara awal, sebagian besar pencari kerja disebut Joy masih mengincar pekerjaan administrasi perkantoran. Selain itu, ada pula yang berminat bekerja sebagai petugas keamanan.

Joy menjelaskan, setelah data pencari kerja terkumpul, Disnakertrans akan mencoba melakukan job matching dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kualifikasi pelamar.

Menurutnya, proses tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjembatani kebutuhan tenaga kerja lokal dengan dunia industri di Kalimantan Utara.

“Kami coba cocokkan dengan kebutuhan perusahaan. Tapi nanti diterima atau tidak tetap bergantung pada kemampuan dan hasil tes masing-masing pelamar,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Exco Partai Buruh Kalimantan Utara, Joko Supriyadi, berharap perusahaan dan industri di Kaltara dapat lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal.

“Supaya masyarakat kita juga mendapat kesempatan bekerja,” katanya. (Muhammad Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *