Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar

DLHK Berau saat melakukan audiensi dengan BRIN. (Istimewa)

DI tengah meningkatnya volume limbah rumah tangga dan tekanan terhadap kebersihan kawasan wisata, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau kini menjajaki kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak.

Langkah tersebut menjadi salah satu strategi baru yang disiapkan untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari limbah yang selama ini hanya berakhir di tempat pembuangan akhir.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari mengatakan, teknologi pengolahan plastik menjadi bahan bakar dinilai lebih realistis diterapkan di Berau dibanding pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

“Kalau PLTSa itu kebutuhan sampahnya sangat besar, bisa sampai 1.000 ton per hari. Sementara produksi sampah di Tanjung Redeb sekarang masih sekitar 80-100 ton per hari,” kata Zulkifli, Rabu (13/5/2026).

Oleh karena itu, DLHK memilih fokus pada teknologi pengolahan yang lebih memungkinkan diterapkan sesuai kondisi daerah, salah satunya mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar menyerupai solar. Ia mengungkapkan, komunikasi awal dengan BRIN telah dilakukan untuk membahas potensi penerapan teknologi tersebut di Berau.

“Kami sudah audiensi dengan BRIN. Mereka punya teknologi pengolahan sampah plastik menjadi minyak sejenis solar yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar,” ujarnya.

Menurut Zulkifli, pendekatan itu diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah, terutama plastik yang selama ini menjadi salah satu jenis limbah paling sulit terurai.

“Harapannya sampah tidak sekadar menumpuk, tetapi ada hasil akhirnya yang bisa dimanfaatkan,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *