Upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Bulungan diupayakan tidak lagi bertumpu pada intervensi gizi semata. Pemerintah daerah mulai menekankan pendekatan yang lebih menyeluruh, mencakup perbaikan sanitasi, pola hidup bersih, hingga penguatan peran keluarga.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bulungan, Andriana, menilai persoalan stunting memiliki keterkaitan erat dengan kondisi lingkungan dan sosial rumah tangga.
“Stunting bukan hanya soal asupan makanan. Kondisi sanitasi, kebiasaan hidup bersih, sampai kesiapan keluarga juga sangat memengaruhi tumbuh kembang anak,” ujar Andriana, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, di lapangan masih ditemukan rumah tangga yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak. Praktik penggunaan jamban di luar rumah bahkan di sekitar kebun atau aliran sungai masih terjadi di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut dinilai berisiko memicu infeksi berulang pada anak. Dalam jangka panjang, gangguan kesehatan yang terus-menerus dapat berdampak pada pertumbuhan.
“Lingkungan yang tidak sehat membuat anak mudah sakit. Kalau infeksi terjadi berulang, pertumbuhan bisa terganggu dan itu berpotensi menjadi stunting,” ungkapnya.
Ia mengakui tantangan terbesar berada di wilayah terpencil dan daerah dengan keterbatasan akses infrastruktur. Faktor ekonomi juga menjadi kendala bagi sebagian masyarakat untuk membangun fasilitas sanitasi yang memadai.
Karena itu, ujarnya, penanganan stunting tidak bisa dilakukan satu organisasi perangkat daerah saja. Dibutuhkan sinergi lintas sektor, agar intervensi yang dilakukan benar-benar menyentuh akar persoalan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi dengan OPD lain, termasuk dalam perencanaan bersama Bappeda, agar programnya tepat sasaran,” kata Andriana.
Selain pembangunan sarana fisik, pihaknya juga memperkuat edukasi kepada keluarga terkait perilaku hidup bersih dan sehat serta pola asuh anak.
“Peran keluarga menjadi kunci. Ketika keluarga peduli pada kesehatan dan lingkungan rumahnya, peluang anak tumbuh sehat tentu lebih besar,” pungkasnya. (Muhammad Efendi)












