SUASANA hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar PT Berau Coal di Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Selasa 3 Maret 2026. Agenda yang dirangkai dengan buka puasa bersama dan tausiyah keagamaan itu dihadiri langsung jajaran pimpinan dan manajemen PT Berau Coal, Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah, Kepala Baznas Berau, Camat Teluk Bayur, Kapolsek Teluk Bayur, serta Kepala Kementerian Agama Berau.
Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan simbolis bantuan pengembangan kebun kakao serta beasiswa perguruan tinggi bagi putra-putri Teluk Bayur.
General Manager Operation Support and Relations PT Berau Coal, Cahyo Andrianto menjelaskan, Safari Ramadan merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan di lima kecamatan lingkar tambang perusahaan.
“Setiap tahun kami melaksanakan buka puasa bersama di lima kecamatan lingkar tambang, salah satunya Teluk Bayur. Alhamdulillah tahun ini kembali berjalan meriah dengan dukungan dari kecamatan, kampung, anggota dewan, serta tausiyah dari Kementerian Agama,” ujarnya.
Menurut Cahyo, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari komitmen perusahaan yang telah 43 tahun beroperasi di Kabupaten Berau untuk terus tumbuh bersama masyarakat.
“Kami sadar berada dan menjalankan bisnis di Berau. Karena itu kami berkomitmen untuk terus berbagi dan bersinergi melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM),” katanya.
Dalam kesempatan itu, Cahyo juga memaparkan komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang kini difokuskan pada penguatan kemandirian ekonomi dan pendidikan sebagai langkah strategis menghadapi masa pascatambang. Salah satunya melalui sektor pertanian kakao yang menjadi program unggulan. Hingga saat ini, PT Berau Coal telah mencetak sekitar 51 hektare kebun kakao di wilayah Teluk Bayur. Program ini dirancang sebagai sumber ekonomi alternatif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Selain itu, dukungan di bidang pendidikan juga terus diperkuat. Sebanyak 27 pelajar dari Kecamatan Teluk Bayur menerima beasiswa, termasuk akses pendidikan vokasi melalui Politeknik Sinar Mas Berau Coal.
“Kami ingin masyarakat siap menghadapi masa depan. Karena itu ekonomi dan pendidikan menjadi prioritas,” jelas Cahyo.
Sementara itu, Camat Teluk Bayur, Edi Baskoro, menyampaikan apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam menjaga kemitraan yang harmonis dengan pemerintah kecamatan dan masyarakat. Ia menyebut, Safari Ramadan yang telah memasuki tahun ketiga di Teluk Bayur ini menjadi bukti hubungan yang terjalin berjalan baik dan berkelanjutan.
“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pimpinan PT Berau Coal beserta mitranya. Kerja sama selama ini berjalan sangat baik dan kami berharap terus berlanjut,” ujarnya.
Menurut Edi, sinergi tersebut telah menghadirkan dampak konkret bagi masyarakat. Berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan dukungan terhadap kegiatan kepemudaan dan keagamaan di Teluk Bayur juga dinilai memperkuat pembangunan sosial di tingkat kecamatan.
“Di tengah efisiensi anggaran tahun 2026, dukungan terhadap program pemberdayaan seperti ini tentu sangat membantu pemerintah kecamatan,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah. Ia menilai Safari Ramadan menjadi wujud silaturahmi sekaligus kepedulian sosial perusahaan yang dikemas dengan penyampaian program-program strategis bagi masyarakat.
Menurutnya, komitmen perusahaan melalui program PPM khususnya pengembangan kakao merupakan langkah tepat dalam membuka peluang usaha baru dan mengubah pola pikir masyarakat agar tidak bergantung sepenuhnya pada sumber daya alam yang tidak terbarukan.
“Program kakao ini membuka pola pikir petani bahwa ada komoditas unggulan yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap, partisipasi dunia usaha yang lain dalam mendukung pembangunan daerah terus diperkuat, sehingga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tidak semata bergantung pada anggaran pemerintah daerah.
“Kami berharap perusahaan-perusahaan lain juga mengambil peran serupa. Apalagi di tengah efisiensi anggaran saat ini, dukungan dunia usaha penting supaya pembangunan ekonomi, dan pendidikan di Berau tetap berjalan tanpa hanya bergantung pada APBD,” pungkasnya. (***/MAULIDIA AZWINI)












