Pertumbuhan Ekonomi Bulungan Melesat

Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bulungan menjadi yang tertinggi di Kalimantan Utara. Berdasarkan data triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Bulungan mencapai 8,42 persen secara tahunan atau year on year (y-on-y).

Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto, mengatakan capaian tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara yang berada di angka 5,23 persen.

“Ini merupakan pertumbuhan tertinggi di Kalimantan Utara,” ujar Yuda, Senin (8/6/2026).

Pertumbuhan ekonomi itu terutama ditopang sektor jasa atau sektor tersier yang tumbuh hingga 28,17 persen. Sementara, sektor sekunder yang mencakup industri pengolahan dan konstruksi tumbuh 9,81 persen.

Sebaliknya, sektor primer yang meliputi pertanian, kehutanan, perikanan, dan pertambangan masih mengalami kontraksi sebesar 3,91 persen.

“Pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor tersier yang menunjukkan meningkatnya aktivitas jasa dan layanan ekonomi di Kabupaten Bulungan,” ungkapnya.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Bulungan didorong meningkatnya belanja pemerintah dan investasi. Pengeluaran konsumsi akhir pemerintah tercatat tumbuh 25,01 persen.

Sementara itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 11,31 persen. Adapun konsumsi rumah tangga meningkat 3,94 persen.

Menurut Yuda, investasi masih menjadi komponen terbesar dalam struktur perekonomian Bulungan, dengan kontribusi mencapai 51,25 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Disusul komponen konsumsi rumah tangga sebesar 17,96 persen dan konsumsi pemerintah sebesar 11,23 persen.

Meski mencatat pertumbuhan tertinggi secara tahunan, ekonomi Bulungan masih mengalami kontraksi jika dibandingkan triwulan sebelumnya atau quarter to quarter (q-to-q). Pada triwulan I 2026, ekonomi Bulungan terkontraksi 3,23 persen dibandingkan triwulan IV 2025.

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi berkurangnya aktivitas belanja pemerintah dan investasi pada awal tahun anggaran.

“Secara triwulanan memang terjadi kontraksi. Ini merupakan pola yang biasa terjadi karena aktivitas belanja pemerintah dan investasi cenderung lebih rendah pada awal tahun,” jelasnya.

Secara regional, Bulungan menyumbang 17,79 persen terhadap perekonomian Kalimantan Utara. Meski kontribusinya masih berada di bawah Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan, Bulungan berhasil mencatat laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kaltara pada triwulan pertama tahun ini. (Muhammad Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *