Keterwakilan Perempuan Masih Rendah

Keterlibatan perempuan dalam sektor UMKM.-DOK/DISWAY KALTIM

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara menunjukkan kesenjangan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) antara laki-laki dengan perempuan, yakni 84,95 persen berbanding 52,26 persen.

Selain itu, keterwakilan perempuan di legislatif juga masih jomplang. BPS Kaltara mencatat, anggota legislatif perempuan di Kaltara baru mencapai 17,14 persen. Angka tersebut masih jauh di bawah keterwakilan laki-laki yang mencapai 82,86 persen.

“Partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan masih menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian,” kata Kepala BPS Kaltara, Mustaqim, Senin (1/6/2026).

Namun, Mustaqim menyampaikan bahwa secara keseluruhan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) di Bumi Benuanta berada pada angka 0,340 atau turun 0,078 poin, dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 0,418.

“Semakin rendah nilai IKG, berarti ketimpangan gender semakin kecil. Pada 2025 nilainya turun menjadi 0,340 dari sebelumnya 0,418,” ujar Mustaqim.

Ia menjelaskan, IKG merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur ketimpangan gender dari tiga dimensi utama, yakni kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan pasar tenaga kerja.

Menurutnya, perbaikan yang terjadi pada 2025 lalu, dipengaruhi oleh perkembangan di seluruh dimensi penyusun indeks tersebut.

Pada dimensi kesehatan reproduksi, BPS mencatat proporsi perempuan usia 15 hingga 49 tahun yang melahirkan anak pertama di bawah usia 20 tahun berada pada angka 0,279. Sementara, perempuan pada kelompok usia yang sama yang melahirkan di luar fasilitas kesehatan tercatat sebesar 0,022.

Mustaqim menyampaikan, indikator kesehatan reproduksi menjadi salah satu komponen penting, karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup perempuan dan generasi yang akan datang.

Selain itu, kesenjangan pendidikan antara laki-laki dan perempuan juga relatif tidak terlalu jauh. Penduduk perempuan yang memiliki pendidikan minimal SMA tercatat sebesar 44,80 persen, sedangkan laki-laki mencapai 47,43 persen. (Muhammad Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *