Paras Festival 2026 yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-27 Kabupaten Nunukan, sukses meningkatkan pendapatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di beranda NKRI itu.
Badan Pusat Statistik (BPS) Nunukan mencatat, omzet usaha yang menjadi sampel pengamatan meningkat 33,97 persen dibandingkan kondisi normal.
“Dari hasil pengamatan kami, sebanyak 73,8 persen dari 275 observasi usaha yang dianalisis mengalami peningkatan omzet selama penyelenggaraan festival,” ujar Kepala BPS Nunukan, Iskandar, dikutip dari laman Pemkab Nunukan, Kamis (15/10/2026).
Sedangkan omzet agregat usaha yang dicatat BPS mencapai Rp4,157 miliar. Sedangkan pada kondisi normal sebesar Rp3,103 miliar.
“Sehingga terdapat tambahan omzet sekitar Rp1,054 miliar selama periode pendataan,” lanjut Iskandar.
Dari sisi persentase kenaikan, Iskandar menyebut sektor transportasi mencatat peningkatan omzet tertinggi, yakni sekitar 88,86 persen, disusul sektor akomodasi sebesar 50,7 persen. Sementara, dari sisi nominal omzet, sektor perdagangan dan kuliner menjadi dua sektor dengan nilai terbesar.
Menurut Iskandar, temuan tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi yang muncul selama penyelenggaraan festival tidak terbatas pada transaksi di lokasi acara, mobilitas pengunjung dan meningkatnya aktivitas masyarakat turut membuka peluang bagi usaha lain.
“Ini menunjukkan bahwa manfaat ekonomi dari sebuah festival dapat menjalar ke berbagai sektor usaha, tidak hanya terbatas pada aktivitas yang berlangsung di lokasi acara,” ungkapnya.
Namun, BPS juga mencatat sebanyak 25,5 persen observasi usaha yang dianalisis mengalami penurunan omzet selama periode festival. Kondisi tersebut pun menjadi catatan penting dalam mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang. (fen)












