WAKIL Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan bahwa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kini menempati peringkat kedua sebagai kasus penyakit dengan jumlah penderita terbanyak di Kabupaten Berau. Lonjakan ini menempatkan gangguan kesehatan tersebut tepat berada di bawah jumlah pasien hipertensi yang selama ini menduduki posisi pertama.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul tren peningkatan kasus ISPA yang belakangan ini dirasakan oleh berbagai fasilitas kesehatan di Bumi Batiwakkal.
“Biasanya ISPA ini menduduki peringkat 9, kemudian melonjak jadi peringkat kedua,” katanya, Kamis (3/9/2026).
Tingginya mobilitas masyarakat, perubahan cuaca, serta faktor lingkungan disinyalir turut memicu lonjakan kasus gangguan pernapasan yang menjangkiti berbagai lapisan usia. Gamalis menjelaskan, posisi ISPA yang berada tepat di bawah hipertensi menunjukkan bahwa masalah kesehatan pernapasan tidak lagi bisa dipandang sebelah mata.
“Ini tidak bisa kita biarkan, harus segera dilakukan pencegahan, supaya tidak naik lagi,” ungkapnya.
Pemerintah daerah menilai kondisi ini memerlukan perhatian serius serta kewaspadaan kolektif, baik dari sisi kesiapan fasilitas kesehatan maupun kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah terus mendorong penguatan fasilitas kesehatan di tingkat pertama, seperti Puskesmas dan Posyandu, agar sigap dalam mendeteksi dan menangani pasien ISPA sejak dini. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya eskalasi atau perburukan gejala pada pasien, sekaligus memastikan ketersediaan obat-obatan penunjang pernapasan tetap aman.
Di samping upaya medis, Gamalis juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Berau agar senantiasa menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat penyakit penyerta serta menjaga kualitas udara di dalam rumah menjadi langkah preventif yang sangat dianjurkan untuk menekan laju penyebaran ISPA.
“Kurangi aktivitas di luar rumah, jika memang harus ke luar rumah, pastikan pakai masker,” tandasnya. (ADV/SETIAWAN)












