Dekranasda Berau Manfaatkan Pameran Nasional, Promosikan Produk Unggulan Bumi Batiwakkal

Pameran kriya di Mall Trans Studio Makassar pada 9–12 Juli 2026. (IST/Prokopim Pemkab Berau)

DEWAN Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Berau, memanfaatkan ajang pameran kriya dan wastra tingkat nasional untuk memperkenalkan beragam produk unggulan hasil karya perajin lokal. Pameran yang berlangsung di Mall Trans Studio Makassar pada 9–12 Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas.

Puncak peringatan HUT Dekranas, Jumat (10/7/2026) dihadiri Ketua Umum Dekranas, Silvi Gibran Rakabuming. Momen dimanfaatkan Dekranasda Berau, untuk memperluas promosi produk kerajinan khas Bumi Batiwakkal kepada pasar nasional.

Dengan membawa langsung para perajinnya, Dekranasda Berau menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari aksesori berbahan batu alam yang diolah menjadi bros, gelang, hingga kalung bernilai ekonomis tinggi. Selain itu, kain batik bermotif kekayaan alam khas Berau serta tas anyaman rotan, menjadi tren juga dipamerkan dan berhasil menarik perhatian para pengunjung.

Ketua Dekranasda Kabupaten Berau, Brigjen Pol (Purn) Edy Suswanto, hadir sekaligus mempromosikan berbagai hasil karya perajin daerah. Menurutnya, pameran berskala nasional ini menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan produk unggulan Berau agar semakin dikenal luas.

“Keikutsertaan Dekranasda Berau merupakan langkah penting dalam membuktikan bahwa produk kerajinan lokal memiliki kualitas dan daya saing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga berpotensi menembus pasar internasional,” ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

Edy mengaku bangga dapat mempromosikan langsung hasil karya para perajin Bumi Batiwakkal. Tingginya antusiasme pengunjung yang datang dan berbelanja di stan Berau, menjadi bukti bahwa produk-produk lokal memiliki keunikan serta daya tarik tersendiri di mata masyarakat. Ke depan, Dekranasda Kabupaten Berau berkomitmen terus memperkuat pembinaan terhadap para perajin lokal.

“Dukungan meliputi peningkatan kualitas produksi, pengemasan, pemasaran melalui berbagai ajang promosi, hingga pendampingan dalam pengurusan legalitas dan perizinan usaha agar produk kerajinan Berau semakin kompetitif di pasar yang lebih luas,” pungkasnya. (ADV/TR/ARIE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *