Kabupaten Bulungan masih berstatus daerah endemis demam berdarah dengue (DBD), karena kasus DBD masih ditemukan setiap tahun.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bulungan, Rustam Iwandi, mengatakan status endemis ditetapkan apabila suatu daerah terus mencatat kasus DBD selama tiga tahun berturut-turut.
“Di Bulungan setiap tahun selalu ada kasusnya,” ujar Rustam, belum lama ini.
Meski berstatus endemis pada tingkat kabupaten, penyebaran kasus tidak terjadi merata di seluruh kecamatan.
Rustam menyampaikan, terdapat kecamatan yang tidak selalu mencatat kasus DBD setiap tahun.
“Sampai saat ini ada 15 kasus yang dilaporkan. Sekatak sebanyak tujuh kasus, Tanjung Selor lima kasus dan Tanjung Palas satu kasus. Selama ini wilayah yang sering menjadi perhatian adalah Tanjung Selor, Tanjung Palas, Sekatak, Tanjung Palas Utara, dan Bunyu,” ungkapnya.
Ia menyebut, tren berbeda justru terlihat di Kecamatan Tanjung Palas Utara. Meski masih ditemukan kasus, jumlahnya menurun dibandingkan tahun sebelumnya setelah berbagai upaya pencegahan terus dilakukan.
“Salah satu upaya yang kami lakukan adalah pemberian vaksin DBD,” kata Rustam.
Selain memperkuat pengendalian vektor, Dinkes Bulungan juga melanjutkan program vaksinasi DBD bagi pelajar. Pada awal tahun ini, sekitar 725 siswa SD dan SMP telah menerima vaksin dosis pertama.
“Insya Allah dalam waktu dekat akan dilanjutkan dengan dosis kedua sebagai bagian dari upaya meningkatkan kekebalan terhadap DBD,” ujarnya.
Ia mengatakan, anak menjadi kelompok yang diprioritaskan dalam program tersebut, karena memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi apabila terinfeksi DBD.
Meski demikian, Rustam mengingatkan vaksinasi bukan satu-satunya langkah pencegahan. Menurutnya, masyarakat tetap perlu menerapkan pemberantasan sarang nyamuk, serta menjaga kebersihan lingkungan agar potensi penularan dapat ditekan. (Muhammad Efendi)












