Pemerintah Kabupaten Bulungan memulai Program Sekolah Lapangan Agrokompleks di Desa Long Buang, Kecamatan Peso, sebagai upaya memperkuat pengembangan Koridor Barat yang diproyeksikan menjadi kawasan cepat tumbuh berbasis sektor pertanian.
Program Sekolah Lapangan Agrokompleks dijadwalkan berlangsung dalam tujuh sesi pembelajaran. Setiap sesi dilaksanakan selama lima hari dengan materi yang disusun secara bertahap, agar peserta memahami pengelolaan pertanian berkelanjutan secara menyeluruh.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bulungan, Risdianto, mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi pertanian secara produktif, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Program ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan pembangunan hijau yang berkelanjutan. Melalui sekolah lapangan, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga praktik langsung yang dapat diterapkan sesuai kondisi wilayah masing-masing,” ujar Risdianto, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan, pengembangan Sekolah Lapangan Agrokompleks sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menetapkan Kecamatan Peso sebagai bagian dari Koridor Barat, kawasan yang diprioritaskan untuk pengembangan pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan secara terpadu.
“Koridor Barat menjadi salah satu fokus pengembangan daerah. Karena itu, peningkatan kapasitas petani menjadi bagian penting, agar potensi yang dimiliki mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui program tersebut, peserta akan mempelajari penerapan sistem agrosilvopastura, yakni pola pengelolaan lahan yang mengintegrasikan kegiatan pertanian, kehutanan, dan peternakan dalam satu kawasan secara berkelanjutan.
Risdianto menyebut, sekolah lapangan tidak hanya diikuti petani, tetapi juga melibatkan mahasiswa dan penyuluh pertanian lapangan (PPL). Proses pembelajaran dilakukan melalui praktik di lapangan dan pertukaran pengalaman antarpeserta.
“Pendekatan ini diharapkan membuat peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu menerapkan, mengembangkan, bahkan mereplikasi sistem agrosilvopastura sesuai karakteristik wilayah masing-masing,” katanya. (Muhammad Efendi)












