Bermula dari Wajan Kecil, Pendampingan PT Berau Coal Berhasil Kembangkan Zafa Snack

Zafa Snack bermula dari pemilik yang hanya mengisi waktu luang. (IST/PT Berau Coal)

DI sudut dapur sederhana di Labanan Makmur, suara minyak yang kemercik dari wajan kecil menjadi saksi sebuah awal perjalanan. Bagi Muhammad Syakirullah, 36 tahun, tak pernah terpikir sebelumnya bahwa singkong yang tumbuh di ladangnya dapat menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya.

Semua berawal dari kebiasaan sederhana, menanam singkong untuk mengisi waktu luang. Awalnya, hasil panen itu dinikmati sendiri dan seringkali ia bagikan kepada tetangga sekitar rumahnya. Namun, jumlahnya yang masih banyak membuatnya mulai berpikir bagaimana memanfaatkannya.

“Dulu itu singkongnya cuma kita konsumsi sendiri, dan keluarga, dan hanya bagi-bagi ke tetangga, tapi karena stoknya masih banyak, saya coba olah jadi keripik dengan wajan kecil ini,” ucapnya menunjuk wajan kecil disudut dapur.

Dari dapur sederhana itulah, Syakir memulai langkah kecilnya. Ia menggoreng keripik singkong sekadar iseng. Namun, siapa sangka, setiap teman dan tetangga yang bertamu menyukai rasanya.

“Saran banyak datang dari teman teman saya, mereka bilang keripik saya layak dijual” kenangnya.

Dari situlah awal perjalanan Zafa Snack. Perjalanan usahanya semakin berkembang, Respons positif terus berdatangan, namun ada satu tantangan yang ia hadapi saat itu yaitu legalitas produk. Syakir mendapatkan arahan untuk bergabung dalam program pemberdayaan UMKM yang berupa pendampingan oleh PT Berau Coal. Dalam pendampingan tersebut ia mendapatkan legalitas produk, dan kesempatan itu ia manfaatkan untuk mengembangkan usahanya lebih serius.

Melalui program tersebut, Syakir mendapatkan berbagai dukungan, mulai dari pengurusan izin PIRT, hingga bantuan kemasan sekaligus desain kemasan dan stiker produk, tak hanya itu, produknya juga mulai dibantu untuk masuk ke beberapa swalayan di wilayah Tanjung Redeb, ia juga mendapatkan pelatihan ketahanan pangan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Berau.

“Dengan dukungan ini, produk kami dapat dipasarkan di tempat-tempat lain karena sudah ada legalitas dan kemasan yang lebih menarik,” ungkapnya.

Seiring waktu, langkah kecil itu tumbuh menjadi usaha yang lebih terarah. Kini, Syakir mengelola lahan singkong seluas satu hektare, dengan sekitar 5.000 batang tanaman singkong. Dalam sepekan, ia mampu melakukan produksi hingga dua kali, menghasilkan 25 hingga 30 kilogram keripik singkong.

“Terima kasih PT Berau Coal yang telah mendampingi usaha kami, semoga usaha kami terus berjalan lancar dan membawa berkah” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *