
MAKASSAR, NOSAKALTARA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menerima penghargaan khusus dalam ajang PWI Sulsel Awards 2026 atas kiprahnya memimpin daerah di perantauan dalam acara yang berlangsung di Hotel Claro, Makassar, Sabtu (17/10/2026).
Penghargaan bertajuk “Tokoh Berdarah Sulawesi Selatan yang Sukses Memimpin di Perantauan” tersebut menjadi pengakuan atas perjalanan pengabdiannya di Kaltara sekaligus menghubungkan tanah kelahirannya di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan daerah yang dipimpinnya.
Meski tidak dapat hadir secara langsung karena agenda pemerintahan, penghargaan itu diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Kaltara.
Iskandar mengatakan penghargaan ini bukan sekadar pengakuan kepada sosok pemimpin. Lebih dari itu, apresiasi tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian di mana pun seseorang bertugas tetap memiliki arti, terutama ketika dilakukan dengan komitmen untuk membawa manfaat bagi masyarakat.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel dan PWI Pusat atas penghargaan yang diberikan kepada Gubernur Kaltara.
“Penghargaan ini adalah pengingat bahwa di mana pun kaki dipijak, pengabdian terbaik untuk bangsa harus terus ditunaikan. Penghargaan ini sejatinya milik seluruh masyarakat Kalimantan Utara yang terus berjalan bersama membangun daerah,” ujar Iskandar.
Menurutnya, keberhasilan membangun daerah tidak dapat dilakukan oleh seorang pemimpin saja. Namun dibutuhkan dukungan masyarakat, kerja sama antar lembaga, serta keterlibatan berbagai pihak agar pembangunan berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan bersama.
Dalam kesempatan itu, Iskandar juga menyoroti pentingnya peran pers dalam kehidupan demokrasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, media memiliki tanggung jawab besar untuk menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipercaya.
Pers, katanya, bukan hanya menyampaikan peristiwa kepada masyarakat, tetapi juga membantu publik memahami persoalan serta menjadi bagian dari pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Iskandar menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara memandang pers sebagai mitra yang penting, termasuk ketika pers menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Kritik yang disampaikan secara profesional dan berdasarkan fakta dapat menjadi masukan untuk memperbaiki pelayanan dan pembangunan daerah.
“Pers diharapkan terus menghadirkan informasi yang mencerahkan, menyejukkan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kritik yang membangun juga penting agar pembangunan berjalan lebih baik,” katanya.
Penghargaan dari PWI Sulsel ini pun menjadi momentum untuk kembali menegaskan bahwa pengabdian tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Ada tanggung jawab yang lebih besar, yakni menjaga kepercayaan dan terus bekerja bagi masyarakat.
Dari Sulsel hingga Kaltara, semangat pengabdian itu menjadi penghubung antara tanah kelahiran dan daerah tempat seseorang menjalankan amanah. (ADV/DKISP)












