Bertolak ke Kementerian Lagi, Selaraskan Program Daerah dan Bawa Cokelat Berau Go International

Sri Juniarsih di kebun kakao belum lama ini. (Setiawan/Disway Kaltim)

BUPATI Berau, Sri Juniarsih Mas kembali mengagendakan kunjungan kerja ke ibukota negara untuk mendatangi sejumlah kementerian strategis. Langkah ini dilakukan demi memperjuangkan berbagai program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat daerah langsung di tingkat pusat.

Dalam lawatannya kali ini, Bupati Sri Juniarsih dijadwalkan menyambangi beberapa kementerian, yakni Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kemenkop UMKM), serta Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kehadiran kepala daerah di tingkat nasional ini bukan sekadar rutinitas birokrasi. Ada misi besar dan spesifik yang dibawa oleh Sri Juniarsih, salah satunya adalah mengangkat potensi produk lokal unggulan daerah agar menembus pasar global.

Fokus utama yang kini tengah digeber adalah mempromosikan produk olahan cokelat khas Berau. Di tangan para petani dan perajin lokal, biji kakao pilihan dari Berau telah diolah menjadi produk cokelat berkualitas tinggi yang memiliki citarasa khas. Melalui koordinasi dengan kementerian terkait, Pemkab Berau bertekad memperluas jangkauan pemasaran agar cokelat lokal kebanggaan daerah ini semakin dikenal luas, tidak hanya di kancah nasional, tetapi juga di seluruh dunia.

“Kami berupaya maksimal agar potensi lokal kita, seperti cokelat Berau, bisa mendapatkan perhatian yang lebih luas di tingkat nasional hingga global. Ini adalah bagian dari ikhtiar menggerakkan ekonomi kerakyatan,” ungkap Sri Juniarsih beberapa waktu lalu.

Selain sektor ekonomi kreatif dan UMKM, lawatan ke Kementerian Perhubungan juga menjadi poin krusial. Bupati Berau berfokus memperjuangkan peningkatan infrastruktur dan konektivitas transportasi, baik darat, laut, maupun udara.

Mengingat Berau merupakan salah satu beranda pariwisata utama di Kalimantan Timur dengan destinasi kelas dunia seperti Kepulauan Derawan, dukungan anggaran dan kebijakan dari Kemenhub sangat dibutuhkan untuk mempermudah aksesibilitas wisatawan maupun arus logistik masyarakat.

Sementara itu, kunjungan ke Kemenparekraf dimanfaatkan untuk menyelaraskan program pengembangan pariwisata daerah dengan kebijakan strategis nasional, sehingga sektor pariwisata Berau pasca-pemulihan global dapat terus tumbuh secara berkelanjutan. (SETIAWAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *