Sebanyak 64 cabor pada Porprov Kaltim 2026 ditetapkan, namun ada 5 cabor yang tidak difasilitasi pada event kali ini, atau secara mandiri digelar dengan melibatkan sejumlah pihak.
——————–
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur menetapkan 64 cabang olahraga (cabor) dengan 1.072 nomor tanding, dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2026. Penetapan tersebut, menjadi dasar bagi seluruh kabupaten dan kota menyiapkan kontingen masing-masing.
Ketetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Ketua Umum KONI Kaltim Nomor 048 tentang Penetapan Cabang Olahraga dan Nomor Tanding pada Porprov VIII Kaltim 2026. Ajang olahraga tingkat provinsi tersebut dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada 14-27 November 2026.
“Setelah SK Penetapan ini diteken, artinya sudah siap untuk diedarkan kepada KONI kabupaten/kota. Dari KONI Kaltim tinggal mengagendakan tahapan-tahapan pelaksanaan menuju Porprov,” kata Ketua Umum KONI Kaltim Anderiy Syachrum, Rabu (23/9/2026)
Menurut Anderiy, kepastian jumlah cabor dan nomor tanding menjadi bagian penting dalam persiapan kontingen. KONI kabupaten dan kota kini memiliki acuan yang lebih jelas untuk menyusun kekuatan atlet, pelatih, ofisial, serta kebutuhan administrasi sebelum berangkat ke Paser.
Dari total 64 cabor yang telah ditetapkan, sebanyak 59 cabor akan difasilitasi Panitia Besar (PB) Porprov. Sementara 5 cabor lainnya akan dilaksanakan secara mandiri oleh pihak terkait.
Pembagian tersebut menjadi bagian dari skema penyelenggaraan pertandingan Porprov VIII. Masing-masing pihak kini dapat menyesuaikan persiapan dengan cabor dan nomor tanding yang telah ditetapkan melalui SK KONI Kaltim.
Porprov VIII/2026 akan berlangsung selama dua pekan di Kabupaten Paser. Sebanyak 1.072 nomor tanding dari 64 cabor akan menjadi bagian dari rangkaian pertandingan yang mempertemukan atlet terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.
Penetapan jumlah pertandingan tersebut juga memberikan gambaran kepada daerah mengenai kebutuhan kontingen yang akan disiapkan. Setiap KONI kabupaten dan kota dapat mulai memetakan atlet yang akan diturunkan sesuai nomor tanding yang tersedia.
Setelah SK penetapan diedarkan, KONI Kaltim akan melanjutkan persiapan melalui tahapan Chief de Mission (CdM) Meeting. Pertemuan tersebut akan melibatkan seluruh kontingen kabupaten dan kota untuk menyamakan pemahaman mengenai berbagai kebutuhan sebelum pertandingan dimulai.
“Kita akan mulai masuk ke tahapan CdM Meeting. Ini penting untuk memastikan kesiapan administrasi, teknis, dan koordinasi antar-kontingen. Setelah itu juga akan ada tahapan peninjauan venue-venue cabor yang ada di Paser,” kata pria yang kerap disapa Haji Andre.
CdM Meeting akan menjadi ruang koordinasi bagi setiap kontingen untuk membahas berbagai kebutuhan administrasi dan teknis. Forum tersebut juga diperlukan agar informasi mengenai pertandingan dapat dipahami secara seragam oleh seluruh peserta Porprov.
Selain persoalan administrasi, kesiapan venue menjadi perhatian KONI Kaltim menjelang pelaksanaan pertandingan. Peninjauan terhadap arena pertandingan akan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas yang akan digunakan para atlet.
Peninjauan venue di Paser direncanakan mulai dilakukan pada Oktober 2026. KONI Kaltim akan melihat kesiapan masing-masing arena pertandingan agar pelaksanaan 1.072 nomor tanding dapat berjalan sesuai rencana.
Kesiapan venue menjadi bagian penting karena pertandingan akan berlangsung di berbagai lokasi. Kondisi arena, fasilitas pendukung, serta kebutuhan teknis masing-masing cabor perlu dipastikan sebelum para atlet mulai bertanding.
Porprov VIII Kaltim dijadwalkan berlangsung di Paser pada 14-27 November 2026. Para atlet dari kabupaten dan kota se-Kaltim akan bersaing dalam berbagai nomor pertandingan untuk membawa nama daerah masing-masing.












