PEMERINTAH Kabupaten Berau berupaya mengatasi persoalan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang masih menjadi keluhan masyarakat. Selain mendorong penambahan kuota BBM, pemerintah juga mengimbau warga menghentikan praktik pengetapan serta meminta pemilik kendaraan berpelat luar daerah segera melakukan mutasi kendaraan ke nomor polisi Berau.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan pemerintah memahami bahwa sebagian masyarakat melakukan pengetapan BBM karena alasan ekonomi dan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun demikian, aktivitas tersebut tetap merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan berpotensi memperparah persoalan distribusi BBM di daerah.
Menurutnya, kondisi saat ini menunjukkan bahwa ketersediaan BBM di Berau masih menghadapi tantangan. Selain sering terjadi kelangkaan pada jenis tertentu, harga BBM non-subsidi juga mengalami kenaikan yang berdampak langsung pada masyarakat.
Karena itu, Gamalis mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan bersama-sama menjaga distribusi BBM agar tetap berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
“Kita memahami jika ada yang melakukan hal tersebut untuk menghidupi keluarga. Namun di sisi lain, itu merupakan sesuatu yang tidak legal,” ujarnya.
Selain mengajak masyarakat menghentikan praktik pengetapan BBM, Pemerintah Kabupaten Berau juga akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait mengenai kuota distribusi BBM untuk daerah tersebut. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi secara lebih optimal.
Di sisi lain, ia juga mengimbau pemilik kendaraan yang masih menggunakan nomor polisi luar daerah agar segera melakukan mutasi dan mengganti pelat kendaraan menjadi nomor polisi Kabupaten Berau. Menurutnya, data jumlah kendaraan menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan kuota BBM yang diberikan kepada suatu daerah.
“Penentuan kuota itu salah satunya dilihat dari jumlah kendaraan yang terdaftar di daerah tersebut. Karena itu, kendaraan yang masih menggunakan pelat luar daerah diharapkan dapat segera menyesuaikan,” pungkasnya. (ADV/TR)












