BADAN Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai upaya menyediakan data dasar yang komprehensif mengenai seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia. Data yang dihasilkan nantinya menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin menegaskan, data dan informasi memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat karena menjadi dasar dalam pengambilan berbagai kebijakan. Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun sekali sesuai amanat Undang-Undang tentang Statistik dan penyelenggaraan BPS.
Menurutnya, sensus tersebut bertujuan menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi yang dapat dimanfaatkan pemerintah, pelaku usaha, hingga investor dalam mengambil keputusan yang lebih tepat.
“Data yang dihasilkan akan memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi usaha, struktur ekonomi, serta sektor-sektor unggulan yang berkembang. Informasi ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih kreatif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Yudi menjelaskan, hasil Sensus Ekonomi 2026 juga akan menjadi salah satu dasar penyusunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Selain itu, sensus diperlukan karena telah terjadi berbagai perubahan mendasar dalam struktur ekonomi masyarakat selama satu dekade terakhir. Ia menilai sejumlah faktor telah memengaruhi perubahan tersebut, mulai dari pergeseran pola konsumsi masyarakat, urbanisasi, hingga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Pandemi Covid-19 juga menjadi salah satu pemicu perubahan fundamental dalam aktivitas ekonomi. Pola konsumsi masyarakat yang sebelumnya didominasi transaksi konvensional kini semakin bergeser ke platform digital.
“Perubahan pola konsumsi masyarakat telah mengubah struktur ekonomi. Covid-19 mempercepat transformasi tersebut, sehingga aktivitas ekonomi digital berkembang sangat pesat,” katanya.
Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan ekonomi digital, termasuk perubahan metode transaksi keuangan yang kini semakin beragam dan berbasis teknologi.
Yudi menambahkan, data hasil sensus juga akan memberikan informasi pasar yang lebih akurat bagi pelaku usaha. Dengan data tersebut, pengusaha dapat memprediksi peluang pasar, menyusun strategi bisnis, serta mengidentifikasi sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan di masa mendatang.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyambut baik pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh berjalan tanpa arah yang jelas dan harus didukung oleh data yang akurat. Ia menilai, sensus ekonomi merupakan langkah strategis untuk memotret kondisi ekonomi secara menyeluruh sehingga pemerintah daerah dapat menentukan arah pembangunan ekonomi Berau ke depan secara lebih terukur.
“Pembangunan tidak boleh berjalan tanpa arah yang pasti. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Berau menyambut baik pelaksanaan Sensus Ekonomi sebagai langkah strategis untuk membaca kondisi ekonomi secara menyeluruh,” ujarnya.
Gamalis menjelaskan, Sensus Ekonomi merupakan instrumen penting untuk menggambarkan kondisi riil dunia usaha di Indonesia. Data yang dihasilkan akan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan ekonomi di tingkat daerah.
Melalui sensus tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi sektor usaha yang berkembang, sektor yang masih membutuhkan dukungan, sebaran usaha di berbagai wilayah, tingkat daya saing industri, hingga kondisi investasi dan peluang penciptaan lapangan kerja.
“Pembangunan harus direncanakan, dan perencanaan membutuhkan data. Agar kebijakan yang dibuat benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat, maka data menjadi kebutuhan utama,” tegasnya.
Ia bahkan mengingatkan bahwa kebijakan yang disusun tanpa didukung data yang valid berpotensi menghasilkan keputusan yang keliru dan tidak efektif.
“Kebijakan tanpa data sama saja membawa kita menuju arah yang tidak jelas. Karena itu, data menjadi fondasi utama dalam pembangunan,” katanya.
Untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Gamalis mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Berau untuk memberikan dukungan penuh kepada petugas sensus.
Ia meminta responden memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi yang sesungguhnya.
“Partisipasi masyarakat sangat penting. Berikan data yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus agar hasil yang diperoleh akurat dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan daerah yang lebih baik,” pungkasnya. (ADV/TR)












