KETUA Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menegaskan bahwa RSUD Abdul Rivai perlu terus melakukan pembenahan, baik dari sisi pelayanan, sarana dan prasarana, maupun ketersediaan tenaga medis spesialis. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya jumlah masyarakat yang bergantung pada fasilitas kesehatan tersebut.
Sebelumnya, Komisi I DPRD Berau telah menyoroti persoalan antrean panjang pasien yang dinilai perlu segera diatasi. Langkah perbaikan diperlukan untuk mengurangi waktu tunggu pasien maupun keluarga yang melakukan kunjungan sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan nyaman. Selain persoalan antrean, DPRD juga memberikan perhatian khusus terhadap layanan hemodialisis atau cuci darah yang saat ini menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat Berau.
Meski demikian, ia menilai fasilitas yang tersedia saat ini masih perlu ditingkatkan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kapasitas ruang layanan hemodialisis yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan jumlah pasien yang terus bertambah setiap tahun. Tidak hanya soal ruangan, DPRD juga menyoroti keterbatasan jumlah alat cuci darah yang tersedia.
“Alat cuci darah kita masih kurang. Seyogianya dengan jumlah pasien yang ada di daerah minimal kita punya 20 unit, sementara yang ada sekarang baru delapan unit,” katanya.
Selain fasilitas penunjang, Komisi I DPRD Berau juga menekankan pentingnya penambahan tenaga dokter spesialis. Politisi Partai Golkar tersebut menyebut beberapa layanan kesehatan yang masih membutuhkan penguatan, di antaranya dokter spesialis jantung dan layanan kemoterapi bagi pasien kanker.
Menurutnya, keberadaan tenaga spesialis yang lebih lengkap akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena pasien tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis tertentu.
Jika berbagai kebutuhan tersebut dapat dipenuhi secara bertahap, maka masyarakat Berau akan memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih baik sekaligus mengurangi beban biaya pengobatan yang selama ini harus dikeluarkan untuk berobat ke kota lain.
“Jadi semuanya bisa berobat di Berau, tidak perlu lagi ke luar daerah karena keterbatasan tadi,” pungkasnya. (TR)












