Warga di sejumlah desa Kabupaten Bulungan mengaku kesulitan memperoleh BBM jenis Pertalite. Kalaupun ada, harganya berkisar Rp15 ribu per liter.
Namun, ada juga Pertalite eceran yang dijual Rp14 ribu per liter. Seperti di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur.
“Di Tanah Kuning masih ada yang menjual sekitar Rp12 ribu per liter,” ujar Sarqy, salah seorang warga, Minggu (21/6/2026).
Sedangkan di Tanjung Agung, Wonomulyo, dan Sajau Hilir, harga Pertalite eceran pun beragam. “Ada yang masih Rp13 ribu per liter, tetapi ada juga yang sudah Rp15 ribu per liter,” ungkapnya.
Selain kenaikan harga, warga juga mengeluhkan ketersediaan Pertalite yang dinilai semakin sulit diperoleh, terutama saat kebutuhan masyarakat meningkat.
Warga Bulungan, Deby, mengatakan kondisi tersebut membuat sebagian warga harus mencari BBM ke beberapa lokasi sebelum mendapatkan pasokan yang dibutuhkan.
“Kalau Pertalite sulit didapat, masyarakat biasanya mencari ke pengecer. Masalahnya harga di setiap daerah berbeda dan umumnya lebih mahal,” ungkapnya.
Menurutnya, tingginya kebutuhan BBM di tengah keterbatasan pasokan menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga eceran, khususnya di wilayah yang jauh dari SPBU.
Kondisi itu dinilai cukup membebani warga desa yang aktivitas sehari-harinya bergantung pada kendaraan bermotor, baik untuk bekerja, mengangkut hasil kebun maupun kebutuhan transportasi lainnya.
Warga berharap distribusi BBM dapat kembali berjalan lancar, sehingga lebih mudah diperoleh masyarakat di berbagai wilayah.
“Harapannya pasokan bisa kembali normal dan merata. Kalau distribusinya lancar, harga di tingkat masyarakat juga bisa lebih terkendali,” ujar Deby. (Muhammad Efendi)












