Realisasi investasi di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada semester pertama 2026, telah mencapai sekitar Rp10 triliun.
Capaian itu pun membuat Pemerintah Kabupaten Bulungan optimistis target investasi tahun ini yang sebesar Rp14 triliun, dapat tercapai hingga akhir tahun nanti.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan pertumbuhan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai yang masuk ke daerah, tetapi juga sejauh mana investasi tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam membuka kesempatan kerja.
“Pemerintah tentu tidak memiliki ruang yang banyak untuk merekrut (pegawai). Tapi kami yakin dengan investasi yang tumbuh ini akan berpotensi membuka ruang lapangan pekerjaan,” kata Syarwani usai melantik lima pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bulungan, Senin (15/6/2026).
Syarwani mencontohkan pelaksanaan job fair beberapa waktu lalu, yang diikuti 23 perusahaan. Dari kegiatan tersebut tersedia hampir 600 lowongan kerja bagi masyarakat.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan agar investasi yang telah masuk dapat segera direalisasikan, sehingga berdampak terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja.
Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi faktor penting, agar masyarakat lokal mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama, bagaimana masyarakat yang membutuhkan pekerjaan dapat masuk ke perusahaan sesuai kapasitas dan kebutuhan yang dibuka,” katanya.
Selain itu, Syarwani menegaskan pelayanan perizinan yang diberikan pemerintah daerah harus terus ditingkatkan, untuk mendukung pertumbuhan investasi.
Ia mengingatkan agar pelayanan kepada pelaku usaha dilakukan secara profesional dan terbebas dari praktik pungutan liar maupun penyimpangan administrasi yang dapat menghambat minat investor.
“Komitmen kita adalah memberikan pelayanan terbaik kepada para pengusaha yang mengurus perizinan. Jangan sampai ada pungli atau penyimpangan administrasi yang justru menjadi sorotan publik,” tegasnya. (Muhammad Efendi)












