ANGGOTA Komisi III DPRD Berau, Saga, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau agar tidak membiarkan aset fasilitas publik terbengkalai tanpa pemanfaatan yang jelas. Menurutnya, berbagai sarana komunikasi visual milik pemerintah, seperti videotron dan papan reklame, harus dioptimalkan sebagai media penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Saga menilai keberadaan videotron dan papan reklame masih memiliki peran penting meskipun saat ini perkembangan teknologi informasi dan media digital berlangsung sangat cepat. Tidak seluruh masyarakat memiliki akses yang sama terhadap internet maupun perangkat digital, sehingga media informasi konvensional masih dibutuhkan.
Politikus PPP ini menyebut, fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai informasi terkait program pembangunan daerah, kebijakan pemerintah, pelayanan publik, hingga promosi potensi wisata Kabupaten Berau.
“Media videotron dan reklame masih bisa menjangkau berbagai kalangan masyarakat. Selain itu, tamu yang datang ke Berau juga dapat melihat secara langsung informasi, promosi, maupun sosialisasi yang sedang ditayangkan,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).
Ia mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau sebagai perangkat daerah yang membidangi penyebarluasan informasi publik untuk menghadirkan inovasi yang lebih kreatif dan edukatif dalam mengelola sarana komunikasi tersebut.
Menurutnya, tayangan pada videotron maupun papan reklame sebaiknya tidak hanya berisi informasi seremonial, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pembangunan daerah, program prioritas pemerintah, layanan publik, hingga promosi destinasi wisata unggulan yang dimiliki Berau. Dengan pengelolaan yang tepat, ia meyakini aset milik pemerintah tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar sekaligus menjadi sarana komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.
Meski demikian, Saga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak hanya bergantung pada media elektronik dan papan informasi dalam menyampaikan program-programnya. Ia menilai metode sosialisasi secara langsung atau jemput bola tetap harus menjadi prioritas, terutama untuk menjangkau masyarakat yang berada di wilayah pelosok.
“Kalau kita lihat, videotron dan reklame memang hanya terpasang di beberapa titik di dalam kota maupun kecamatan tertentu. Karena itu, penyampaian informasi secara langsung kepada masyarakat tetap harus berjalan optimal agar seluruh warga memperoleh informasi yang sama,” pungkasnya. (TR)












