Pemerintah Kabupaten Bulungan meminta PT Telkomsel memperkuat layanan internet di sejumlah wilayah. Karena banyak keluhan dari masyarakat terkait kualitas jaringan internet yang lambat.
Permintaan tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (DKIP) Bulungan, Yunus Luat, dalam pertemuan bersama pihak Telkomsel, Selasa (9/6/2026).
“Banyak tempat yang dikeluhkan masyarakat, karena jaringannya kurang baik, tidak stabil, bahkan lambat. Karena itu kami meminta agar titik-titik yang selama ini mengalami gangguan diperkuat,” ujar Yunus.
Ia menyebut, kualitas jaringan internet saat ini berbeda dengan beberapa tahun lalu. Jumlah pengguna internet terus meningkat, sementara kapasitas menara Base Transceiver Station (BTS) yang tersedia memiliki batas kemampuan. Akibatnya, ketika banyak pengguna mengakses jaringan secara bersamaan dalam satu wilayah yang sama, kapasitas BTS menjadi penuh sehingga kualitas layanan menurun.
“Jumlah tower relatif tetap, tetapi pengguna semakin banyak. Kalau digunakan bersamaan dan melebihi kapasitas, tentu jaringan menjadi tidak stabil,” jelasnya.
“Warga membeli pulsa dan paket internet. Kalau tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal, tentu masyarakat yang dirugikan,” tambah Yunus.
Berdasarkan data DKIP Bulungan, terdapat 78 BTS Telkomsel yang tersebar di sejumlah kecamatan. Sebanyak 31 BTS berada di Tanjung Selor, 9 BTS di Tanjung Palas Timur, 7 BTS di Tanjung Palas dan Tanjung Palas Tengah, 6 BTS di Bunyu dan Tanjung Palas Utara, 4 BTS di Peso, 3 BTS di Peso Hilir dan Sekatak, serta 2 BTS di Tanjung Palas Barat.
Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum cukup untuk mengimbangi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bulungan yang terus meningkat.
Selain memperkuat jaringan di sejumlah titik yang sering mengalami gangguan, pemerintah daerah juga meminta Telkomsel meningkatkan kualitas layanan hingga ke wilayah perdesaan.
Yunus mengatakan, pihak Telkomsel dalam pertemuan tersebut menyatakan siap melakukan penguatan jaringan pada lokasi-lokasi yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat.
Tak hanya itu, pihak Telkomsel juga diminta memberikan dukungan jaringan pada pelaksanaan berbagai kegiatan berskala besar, agar tidak kembali mengalami kendala seperti yang terjadi saat Musyawarah Besar Lembaga Adat Dayak Kenyah di Jelarai Tengah, beberapa waktu lalu.
Pemerintah daerah juga mendorong agar pengembangan jaringan fiber optik dapat dilanjutkan hingga wilayah Peso. Harapannya, kualitas layanan internet di Bulungan dapat semakin meningkat dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Kami hanya bisa memfasilitasi dan menyampaikan aspirasi masyarakat. Soal pembangunan tower dan penguatan jaringan merupakan kewenangan operator,” pungkasnya. (Muhammad Efendi)












