Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menyiapkan 22 indikator untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pangan dan Gizi, yang telah diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 32 Tahun 2025.
Indikator tersebut menjadi acuan dalam menilai efektivitas program pangan dan gizi yang dijalankan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), sekaligus memantau kondisi ketahanan pangan masyarakat di Kaltara.
Kepala Bapperida Kaltara, Bertius, mengatakan indikator yang disusun tidak hanya berfokus pada ketersediaan pangan, tetapi juga menyentuh aspek kualitas gizi masyarakat.
“Di dalam rencana aksi ini ada kurang lebih 22 indikator. Itu menjadi alat ukur untuk memastikan program pangan dan gizi berjalan baik,” ujar Bertius, belum lama ini.
Ia menjelaskan, sejumlah indikator yang menjadi perhatian meliputi produksi padi, produksi protein hewani, hasil perikanan, hingga prevalensi stunting.
Menurutnya, indikator tersebut dipilih karena memiliki keterkaitan langsung dengan upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus peningkatan kualitas kesehatan.
Setiap OPD nantinya memiliki peran sesuai bidang masing-masing untuk mencapai target yang telah ditetapkan dalam rencana aksi tersebut.
Pada sektor pertanian, misalnya, peningkatan produksi pangan menjadi salah satu fokus utama untuk menjaga ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.
“Bagaimana OPD pertanian memaksimalkan potensi lahan yang ada sehingga kita bisa swasembada dalam menghasilkan padi,” ungkapnya.
Selain menjamin ketersediaan pangan, peningkatan hasil pertanian juga dinilai memiliki dampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya keluarga petani.
Pendapatan yang lebih baik dinilai akan memperkuat kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi bagi anggota keluarga.
Bertius menilai hubungan antara sektor pangan dan kesehatan tidak dapat dipisahkan. Ketersediaan pangan yang cukup perlu diikuti dengan kemampuan masyarakat mengakses makanan bergizi secara berkelanjutan.
“Kalau beras tersedia dan pendapatan petani meningkat, maka kualitas gizi keluarga juga membaik dan penurunan stunting bisa tercapai,” jelasnya. (Muhammad Efendi)












