PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Berau menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu tumpuan utama pembangunan daerah di tengah keterbatasan anggaran.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan, penguatan sektor pariwisata merupakan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang harus ditindaklanjuti secara serius oleh seluruh perangkat daerah.
“Pengembangan pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab satu organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi seluruh OPD tanpa terkecuali, sesuai tugas dan fungsinya masing-masing,” tegas Bupati Sri Juniarsih Mas, Rabu (7/1/2026).
Selain itu, orang nomor satu di Bumi Batiwakkal ini juga menekankan pentingnya pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM di setiap kecamatan dan kampung. Camat, lurah, dan kepala kampung diminta aktif menggali serta mengembangkan potensi lokal agar mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
“Pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM merupakan potensi besar yang dapat dikembangkan tanpa sepenuhnya bergantung pada dana bagi hasil,” ujarnya.
Bupati mengungkapkan, hampir seluruh OPD di lingkungan Pemkab Berau mengalami pemangkasan anggaran yang cukup signifikan dalam APBD 2026. Rerata pemotongan anggaran mencapai 50 persen, sehingga ia meminta seluruh OPD melakukan efisiensi dan memfokuskan anggaran pada program-program prioritas.
“Kita harus betul-betul memilah mana yang menjadi prioritas dan mana yang bisa ditunda,” sambungnya.
Selain sektor pariwisata, sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama di tengah keterbatasan anggaran. Untuk itu, dirinya meminta seluruh OPD agar menyesuaikan pelaksanaan kegiatan dengan standar anggaran minimal, namun tetap menjaga kualitas pelayanan publik.
“Ini penting, agar tujuan pembangunan daerah tetap dapat tercapai,” tandasnya. (RIZAL)












