TRAFFIC Light (lampu lalu lintas) pada simpang empat Jalan Durian I menuju Durian II sudah sebulan ini tidak berfungsi. Hal tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan pengendara yang melintas.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Andi Marawangeng, melalui Teknisi Traffic Light Dishub Berau, Eka mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan pengecekan terhadap lampu lalu lintas tersebut. Namun, hingga saat ini masih belum menemukan adanya kerusakan.
“Sudah tiga malam kami cek, untuk suku cadang sudah berapa kali kami ganti. Sepertinya ada masalah di kabel,” ujarnya, Kamis (25/4/2024).
Disampaikannya, lampu lalu lintas tersebut menggunakan kabel yang tertanam didalam tanah dengan type NYFGbY, yaitu kabel dengan inti tembaga ber-isolasi PVC.
“Kalau kabel tanah kan kita harus melakukan galian lagi. Apalagi kemarin baru selesai pengerjaan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Berau. Jadi kita tidak mungkin membongkar pekerjaannya yang baru selesai,” ucapnya.
Eka mengatakan, pihaknya telah memberikan usulan kepada Kepala Dishub Berau agar dilakukan rehab total pada lampu lalu lintas tersebut. Mengingat, usianya yang terbilang cukup tua yaitu di atas lima tahun.
“Malam ini akan kami lakukan pengecekan lagi, mudah-mudahan masalahnya dapat ditemukan. Tapi kalau untuk jaringan kabel yang bermasalah, kami akan bikin surat,” jelasnya.
Lebih lanjut, terdapat 13 titik lampu lalu lintas yang usianya sudah di atas lima tahun namun belum dilakukan rehab total dikarenakan keterbatasan anggaran yang dimiliki. Dikatakannya, untuk melakukan rehab pada 1 titik traffic light memakan anggaran sebesar Rp 1 miliar.
“Yang baru di rehab total itu ada di simpang empat rumah sakit, dan untuk 13 lainnya belum. Paling hanya rehab kecil, seperti satu atau dua simpang,” bebernya.
“Sebenarnya itu tidak efisien juga. Karena yang duanya sudah baik, sisanya lagi yang bermasalah,” pungkasnya. (SAHRUDDIN)












