TPI Sambaliung Perluas Akses Masyarakat Dapatkan Ikan Segar Murah, Penjualan Tembus 5 Ton

Penjualan ikan segar dalam gerakan pangan murah. (Azwini/Disway Kaltim)

KEBERHASILAN penjualan 5 ton ikan dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemkab Berau belum lama ini, menjadi pijakan awal bagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sambaliung untuk memperluas akses masyarakat terhadap ikan segar dengan harga terjangkau.

Kepala UPT TPI Sambaliung, Frederik Sibulo mengungkapkan, tingginya antusiasme masyarakat dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah menjadi sinyal kuat bahwa intervensi langsung di sektor perikanan sangat dibutuhkan.

“Antusias masyarakat luar biasa. Jadi rencana kami akan melaksanakan kegiatan serupa, tapi dipusatkan di TPI Sambaliung sebagai tempat pemasaran ikan,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Skema awal yang diterapkan adalah pelaksanaan pasar ikan murah satu kali dalam sebulan. Langkah ini dilakukan sebagai tahap uji coba agar tidak mengganggu mekanisme pasar yang sudah berjalan.

“Kalau kita lakukan terlalu sering, itu bisa mengganggu pasar. Jadi kita coba dulu satu bulan sekali, nanti ke depan baru kita evaluasi, apakah bisa ditingkatkan menjadi seminggu sekali khusus di TPI,” jelasnya.

Menurutnya, rencana tersebut juga memperoleh dukungan dari para pelaku usaha perikanan hingga organisasi nelayan seperti Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), yang dinilai berperan penting dalam menjaga keberlanjutan dan ketersediaan pasokan ikan lokal.

Frederik menilai potensi perikanan di Berau sangat melimpah, bahkan produksi nelayan kerap melebihi kebutuhan lokal, sehingga sebagian besar harus dikirim ke luar daerah seperti Malinau, Samarinda, hingga Bulungan.

Dengan langkah ini, Frederik menyebut pihaknya tidak hanya berupaya menjaga keterjangkauan harga, tetapi juga memperkuat peran sektor perikanan dalam pengendalian inflasi daerah.

“Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan ikan segar dengan harga lebih terjangkau, nelayan juga tetap sejahtera, dan stabilitas harga di daerah bisa terjaga,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *