Sesuai dengan judul diatas, kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Berau, salah satunya Pasar Sanggam Adji Dilayas menjadi momentum besih-bersih. Apa saja yang terlihat tidak baik-baik saja, tiba-tiba bersih.
Sarang laba-laba, dahan pohon yang rindang pun dipangkas agar terlihat indah dan bersih. Bukan hanya itu, pedagang yang bisa menaruh dagangannya di lapak pun wajib dirapikan dan diharapkan tidak mengganggu keindahan dan kerapian pasar.
Kalau pembaca hari ini ke pasar, seluruh area pasar sangatlah rapi, indah dan bersih sekali. Bahkan untuk menunjang kedatangan Presiden Joko Widodo, Kamis (26/7) besok sudah distanbykan UPS (Uninterruptible Power Supply) untuk jaga-jaga ada pemadaman. Biar dibilang Bumi Batiwakkal anti Byarpet.
Jalan-jalan yang di pasar pun siap dibersihkan dengan cara disemprot mobil pemadam kebakaran. Sekitar 3 sampai 5 unit kendaraan tersebut sudah dikerahkan untuk kebersihan area pasar.
Tidak hanya steril dari ancaman keselamatan Presiden, kalau bisa dari sampah dan debu pun harus steril dalam menyambut kedatangan presiden pertama kali ke kota Sanggam.
Dari kedatangan ini berdampak positif bagi pasar dan tempat-tempat yang akan dikunjungi presiden, pasalnya semua jadi tertata rapi dan bersih. Andai saja Presiden berkunjung atau selalu berada di Berau, pasti semua akan bersih dan rapi.
Munkin tak hanya pasar, seluruh wilayah di Berau bersih dan rapi. Tak hanya bersih dari debu, sampah, banjir, tambang ilegal dan semua yang memngganggu pandangan mata kita.
Kedatangan Presiden Joko Widodo ke Utara Kalimantan TImur ini juga tak luput dari keluhan pedagang pasar. Pasalnya semua aktivitas terbatas, bahkan pasar kering dan basah hanya dibuka akses melalui pintu utama depan dan belakang saja.
Hal ini menghindari dari banyaknya orang yang akan berdatangan untuk melihat langsung Presiden ke Tujuh di Negeri ini dan demi keamanan pintu samping kiri kanan ditutup.
Pasar Subuh yang biasa buka, untuk malam ini diliburkan dahulu. Karena yang kita tahu, usai pasar Subuh tutup dibatas waktu yang ditentukan menyisakan tumpukan sampah.
Ada juga pedagang yang mengeluh, kenapa ditutup pintu akses yang lain. “Bagaimana kita jualan kalau pintunya yang dibuka hanya pintu utama, sementara jualan kita dekat pintu samping. Masa besok orang gak boleh belanja dulu karena ada presiden,” ungkap salah satu pedagang yang namanya tak ingin disebutkan.
Ya itulah keadaan yang terjadi, semua dilakukan untuk keamanan Presiden berkunjung ke pasar dan selama ada di Berau tercinta ini.
Saat presiden ada di Berau, aktivitas di luar rumah kurangi, karena besok akan banyak jalan yang dilakukan rekayasa lalu lintas dan kalau mau ke pasar melihat langsung presiden kita, jangan lupa sholat subuh dulu baru pergi ke pasar dan menunggu sampai presiden datang.
Karena semua yang mengarah dan ingin belanja sedikit terganggu untuk 1-2 jam di pukul 14.30 wita. Wallahualam Bissawab jika bisa menembus ring pengamanan presiden besok. Dan apakah antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite depan pasar masih mengular?
Selamat datang Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Bumi Batiwakkal.
——————————————————–
Riyan Hidayat (Direktur Nosa Kaltara)












