Tergantung Bahlil, Berharap Tak Berubah

Rekomendasi Pilkada di Kaltim

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Kaltim resmi mendukung Bahlil Lahadalia sebagai calon Ketua Umum Partai berlogo pohon beringin tersebut. Berharap dukungan di Pilkada tak berubah.

Itu disampaikan Ketua DPD Golkar Kaltim, Rudy Mas’ud. Bakal Calon (Bacalon) Gubernur Kaltim ini, menegaskan bahwa DPD Golkar Kaltim telah menyerahkan suara dukungannya pada Bahlil. “Iya DPD Golkar Kaltim ke Bahlil,” tegasnya secara singkat melalui pesan whatssapp, pada Selasa 20 Agustus 2024.

Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar Kaltim Husni Fahruddin pun membenarkan. Ia bersama Rudy dan jajaran partai lainnya sekarang berada di Jakarta Convention Center, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa hari ini. Kunjungan itu untuk mengikuti Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) sampai dengan Rabu 21 Agustus 2024, guna mengikuti Musywararah Nasional (Munas) Golkar.

“Sekarang kami sedang mengikuti rapimnas, menyetujui pengunduran diri airlangga serta menyetujui dan mengesahkan hasil pleno mengangkat plt Ketum Agus Gumiwang dan menyetujui serta mengesahkan agenda Munas pada tanggal 20 Agustus 2024, pada jam 15:OO WIB,” ungkapnya.

Bahlil sendiri mengklaim telah mengantongi 469 dari 558 pemilik suara atau memiliki 83 persen dari 30 persen suara minimal yang diperlukan.

Ketika ditanya terkait apakah ada potensi berubahnya surat rekomendasi kepada para calon kepala daerah di Bumi Etam, pria yang kerab disapa Ayub ini pun masih belum memastikan seratus persen. Apakah nama-nama yang sudah dikantongi partai yang genap berusia 60 tahun ini, untuk Pilkada Kaltim sudah permanen atau tidak.

Meski begitu, Ayub berharap agar ketum terpilih nanti bisa menyikapinya dengan bijak. Atas pilihan-pilihan calon kepala daerah di Kaltim, untuk kemenangan Golkar di Bumi Etam.

“Saya pikir ketum terpilih akan sangat bijak menyikapi tentang Pilkada, karena mekanisme sudah berjalan dan sesuai dengan aturan main di Partai Golkar maka perubahan kemungkinan besar tidak ada. Kalaupun ada perubahan maka itu tentu ada kebijakan ketum terpilih agar Pilkada golkar menang besar lebih dari 60 persen,” terang Ayub.

Untuk diketahui, Bahlil Lahadalia resmi menjadi calon tunggal Ketua Umum Partai Golkar setelah proses pendaftaran dan verifikasi selesai pada Senin malam, 19 Agustus 2024.

Bahlil, yang baru dilantik sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI Partai Golkar yang akan berlangsung 20-21 Agustus 2024, di Jakarta Convention Center (JCC)

Pendaftaran Bahlil diterima oleh Ketua Dewan Pengarah Munas XI Partai Golkar, Adies Kadir, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta.

Berkas pendaftaran Bahlil telah diverifikasi oleh panitia dan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh partai, termasuk dukungan dari 469 pemilik suara di Partai Golkar.

Lawan Politik Tidak Memenuhi Syarat

Selain Bahlil, Ridwan Hisjam, politisi senior Partai Golkar, juga mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum. Namun, setelah verifikasi, berkas pendaftaran Ridwan dinyatakan tidak memenuhi syarat karena kurangnya dukungan dari pemilik suara.

Adies Kadir menjelaskan bahwa pendaftaran calon ketua umum Partai Golkar ditutup pada pukul 22.00 WIB, dan panitia telah memverifikasi semua berkas yang masuk.

Dilansir dari Antara, berdasarkan hasil verifikasi ini, Bahlil menjadi satu-satunya calon yang memenuhi syarat untuk maju dalam pemilihan ketua umum.

Potensi Aklamasi di Munas Golkar

Berdasarkan data dari panitia, Bahlil telah mendapatkan dukungan dari sekitar 83 persen pemilik suara di Partai Golkar. Dukungan ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Adies Kadir menyatakan bahwa dengan hanya ada satu calon yang memenuhi syarat, pemilihan ketua umum Partai Golkar dalam Munas XI ini dapat dilakukan secara aklamasi, tetapi keputusan akhir akan bergantung pada musyawarah para pemilik suara dalam Munas.

“Kita lihat besok pandangan umum dari para pemegang suara, pendapatnya bagaimana, jadi kita tunggu besok,” ujar Adies.

Bahlil mengungkapkan bahwa minatnya untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar telah ada sejak satu tahun lalu. “Ini adalah bagian dari usaha saya untuk berkompetisi di Golkar, karena saya percaya kompetisi di Golkar itu adalah hal yang baik,” kata Bahlil setelah menyerahkan berkas pendaftarannya.

Gantikan Posisi Airlangga

Jika terpilih, Bahlil akan menggantikan posisi Ketua Umum Partai Golkar yang saat ini dijabat oleh Airlangga Hartarto. Sebagai Ketua Umum, Bahlil diharapkan memimpin Partai Golkar menuju Pemilu 2024.

Dalam beberapa kesempatan, Bahlil telah menyampaikan visinya untuk memperkuat partai dan memastikan bahwa Golkar tetap berperan dalam politik nasional. Bahlil, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), memiliki pengalaman dalam pemerintahan dan dunia usaha.(ari/disway.id/arie

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *