Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau mencatat, ada sebanyak 170 hotspot atau titik panas terpantau di sejumlah wilayah di Kabupaten Berau. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Kalimarau, Ade Haryanto.
Dikatakannya, titik panas tersebut paling banyak berada di Kecamatan Segah dan Sambaliung.
“Titik panas muncul dikarenakan musim panas yang saat ini terjadi di tanah air. Mengingat September ini merupakan puncak dari kemarau,” katanya.
Menurutnya, semakin panjang hari tanpa hujan, maka akan berpotensi terhadap penambahan titik panas.
“Titik panas ini tidak sama dengan titik api, titik panas ini merupakan anomali suhu yang lebih tinggi dari suhu di sekitarnya,” tuturnya.
Forecaster Stasiun Meteorologi BMKG Kalimarau, Reygik menambahkan, kondisi suhu yang tinggi, angin kencang, dan sebaran titik panas yang signifikan akan menambah potensi kemudahan terjadinya kebakaran.
“Kondisi ini memperluas wilayah yang berpotensi terjadinya kebakaran lahan atau hutan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, bahwa berdasarkan data FFMC, potensi rawan Karhutla terjadi hingga sampai 20 September mendatang. Dari 170 titik panas, sebanyak 51 titik terdapat di Kecamatan Segah, serta 45 titik brada di Kecamatan Sambaliung.
“Adapun 74 titik lainnya tersebar di berbagai wilayah lain seperti Teluk Bayur, Pulau Derawan dan sejumlah wilayah pesisir selatan,” bebernya.
Kondisi ini sudah disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau selaku instansi teknis daerah. Pasalnya, untuk titik panas di September jauh lebih banyak dari bulan-bulan sebelumnya.
“Bulan ini titik panas begitu meningkat. Kami juga sudah sampaikan ke BPBD Berau untuk titik hotpsotnya,” pungkasnya. (RIZAL)












